Raja Kripto Klaim Harga Bitcoin Bakal Tembus Rp359 Miliar per Keping

Uang bitcoin.
Sumber :
  • REUTERS/Benoit Tessier

Jakarta, VIVA – Raja kripto sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Strategy, Michael Saylor, menyampaikan pandangan berani terhadap pergerakan Bitcoin. Ia memprediksi harga aset kripto paling berharga di dunia ini berpotensi melonjak mencapai US$21 juta atau sekitar Rp Rp359,9 miliar (estimasi kurs Rp 17.140 per dolar AS). 

img_title Daftar Harga iPhone Terbaru November 2026 Berubah, Cek Model yang Naik dan Turun di Sini!

Saylor optimis terhadap masa depan Bitcoin meski saat ini harganya masih jauh di bawah rekor tertinggi sebelumnya. Pandangan bullish Saylor diungkap setelah Strategy menambah kepemilikan Bitcoin sebanyak 13.927 BTC senilai US$1 miliar dengan harga rata-rata US$71.902 per koin. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan transaksi ini, total cadangan Bitcoin Strategy kini mencapai 780.897 BTC per 12 April 2026. Secara keseluruhan, akumulasi tersebut diperoleh dengan total investasi sekitar US$59,02 miliar atau harga rata-rata Bitcoin US$75.577 per keping . 

img_title Xiaomi Redmi M100 Pro vs Samsung Galaxy A55 5G, Duel HP Mid-Range yang Bikin Calon Pembeli Penasaran

“Saya pikir pada akhirnya Bitcoin akan mencapai US$21 juta per koin,” tutur Saylor dikutip dari Yahoo Finance pada Rabu, 15 April 2026. 

Michael Saylor

Photo :
  • CoinDesk

img_title Harley-Davidson Bikin Mesin 350cc, Harga Motor Bakal Lebih Murah?

Saylor menjabarkan, pandangan bullish terhadap Bitcoin ini mengacu pada beberapa faktor utama yang dapat mendorong harga Bitcoin menuju level fantastis tersebut. Salah satunya adalah pengakuan dari negara-negara besar seperti Amerika Serikat (AS), China, Eropa, dan Jepang terhadap Bitcoin sebagai aset penyimpan nilai jangka panjang.

Selain itu, adopsi yang lebih luas dari sistem perbankan juga menjadi kunci. Ia menilai regulasi saat ini masih membatasi bank dalam menggunakan Bitcoin sebagai jaminan, sehingga menghambat ekspansi kredit berbasis aset kripto.

Faktor lainnya adalah meningkatnya sekuritisasi Bitcoin melalui berbagai instrumen keuangan seperti exchange-traded fund (ETF). Menurut Saylor, hal ini dapat membuka arus dana besar dari investor institusi ke pasar kripto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga menyoroti potensi tekanan pasokan akibat pertumbuhan kredit berbasis Bitcoin. Menurutnya, setiap tambahan kredit sebesar US$10 miliar yang dijamin Bitcoin dapat menyerap pasokan baru hasil penambangan selama satu tahun.

Berkurangnya praktik rehypothecation, yakni di mana Bitcoin digunakan berulang kali sebagai jaminan, juga dinilai dapat mendorong harga naik. Jika investor mulai menyimpan Bitcoin dalam jangka panjang maka pelaku pasar yang melakukan short selling berpotensi terpaksa membeli kembali aset tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut