Dari Limbah Jadi Cuan

Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) di Provinsi Riau.
Sumber :
  • Dok. PTPN

Jakarta, VIVA - PT Perkebunan Nusantara atau PTPN IV PalmCo mengandalkan energi baru terbarukan (EBT) berbasis limbah kelapa sawit dengan mengoperasikan dua pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) di Provinsi Riau untuk menekan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

img_title Bukan Cuma Rumah Pintar, Sistem Air dan Limbah Juga Mulai Mengandalkan Teknologi Baru

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan inisiatif perusahaan limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) untuk menjalankan pabrik tersebut bukanlah respons jangka pendek terhadap lonjakan harga energi, melainkan bagian dari strategi jangka panjang yang telah dimulai sejak lama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Gejolak harga energi fosil dunia saat ini justru membuktikan bahwa pengembangan energi baru terbarukan (EBT) yang kami lakukan adalah langkah tepat. PLTBg membantu kami mengurangi ketergantungan terhadap solar, sekaligus menjaga efisiensi biaya operasional,” ujarnya, Kamis, 16 April 2026.

img_title Saham Emiten-emiten Sawit Melonjak di Tengah Isu Karhutla, Simak Fakta Sebenarnya

Saat ini, ia mengatakan PalmCo mengoperasikan dua pembangkit listrik berbahan baku limbah cair sawit, yakni PLTBg Terantam dan PLTBg Tandun. Keduanya menggunakan teknologi covered lagoon guna mengolah limbah cair menjadi biogas yang kemudian dikonversi menjadi listrik.

Seluruh energi yang dihasilkan diserap langsung untuk mendukung operasional Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PPIS Tandun. Berdasarkan data perusahaan, pemanfaatan energi kedua biogas itu telah menggantikan penggunaan genset berbahan bakar solar secara signifikan.

img_title PTPN IV PalmCo Tanam 1,5 Juta Pohon, Menteri Jumhur: Harus Jadi Contoh Bagi Perusahaan Lain!

"Dalam periode 2023 hingga 2025, konsumsi solar berhasil ditekan hingga lebih dari 2,6 juta liter. Efisiensi itu berdampak langsung pada pengeluaran perusahaan dengan penghematan biaya energi mencapai sekitar Rp39,5 miliar dalam tiga tahun terakhir," jelas Jatmiko.

Sedangkan, Direktur Strategy and Sustainability PalmCo Ugun Untaryo menilai pemanfaatan POME sebagai sumber energi juga mencerminkan penerapan prinsip keberlanjutan di industri sawit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ini bukan sekadar efisiensi, tapi bagian dari ekonomi sirkular. Limbah cair yang sebelumnya menjadi tantangan lingkungan kini kami olah menjadi sumber energi yang bernilai,” tuturnya.

Ia menjelaskan, kedua fasilitas PLTBg tersebut mampu mengolah lebih dari 293 ribu meter kubik limbah cair di sepanjang 2025. Dari proses itu, dihasilkan jutaan meter kubik gas metana yang dimanfaatkan sebagai energi sekaligus mencegah pelepasan emisi gas rumah kaca ke atmosfer.

Ilustrasi kebun sawit

Bukan Mobil, Truk Listrik Kini Dibidik untuk Angkut Sawit

Truk listrik mulai dilirik untuk operasional perkebunan sawit. Agrinas Palma Nusantara menjajaki peluang kerja sama dengan produsen kendaraan global Ashok Leyland.

img_title
VIVA.co.id
29 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut