Peran Ganda Ubi Kayu

Ilustrasi ubi kayu atau singkong.
Sumber :
  • www.freepik.com

Jakarta, VIVA - Ketahanan pangan dan energi nasional terus didorong melalui pengembangan komoditas berbasis sumber daya lokal berkelanjutan. Salah satunya ubi kayu.

img_title Mentan Ungkap Pengembangan Bioetanol Bisa Hemat Devisa Negara Rp500 Triliun

Penguatan tidak lagi berhenti di budi daya, tetapi diarahkan ke hilirisasi hingga pengolahan bioetanol. PT Perkebunan Nusantara atau PTPN III (Persero) menyiapkan pengembangan terintegrasi dari hulu hingga hilir untuk komoditas ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Utama PTPN III Denaldy Mulino Mauna mengatakan, model yang disiapkan mencakup peningkatan produktivitas di kebun hingga penguatan industri pengolahan. Dari hulu, ia fokus pada optimalisasi lahan, peningkatan produktivitas, serta pengembangan varietas unggul yang adaptif.

img_title Mentan Amran Rapat Pukul 06.00 WIB Bahas Bioetanol, Mensesneg: Rapat Paling Pagi yang Saya Ikuti

Sementara pada hilirnya, penguatan diarahkan pada industri bioetanol melalui kerja sama operasional di fasilitas pabrik di Lampung. “Program ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam membangun ekosistem agroindustri masa depan yang terintegrasi, produktif, dan berkelanjutan,” ungkapnya, Senin, 20 April 2026.

Ia menilai ubi kayu memiliki peran ganda, tidak hanya sebagai komoditas pangan tetapi juga bahan baku energi. Karena itu, pengembangannya perlu dilakukan menyeluruh agar rantai nilai terbentuk dan efisien.

img_title PTPN III Usung Bisnis Perkebunan yang Berkaitan Erat dengan Isu Keberlanjutan

PTPN III juga menjajaki kolaborasi dengan pemerintah daerah, petani, hingga pelaku industri untuk memastikan pasokan bahan baku dan keberlanjutan produksi. Di Lampung, perusahaan telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, asosiasi petani, serta mitra industri pengolahan.

Selain itu, penguatan riset dilakukan bersama perguruan tinggi dan lembaga penelitian untuk meningkatkan produktivitas, termasuk melalui pengembangan varietas dan teknik budidaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia pun menilai integrasi hulu-hilir menjadi kunci agar komoditas seperti ubi kayu tidak hanya menjadi bahan mentah, tetapi masuk ke rantai industri yang lebih luas dan bernilai tambah.

"Pengembangan industri bioetanol berpotensi menciptakan efek ekonomi, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan nilai tambah komoditas pertanian," jelas Denaldy.

Mentan Amran.

Mentan Sebut Pengembangan Bioetanol Berpotensi Ciptakan 8 Juta Lapangan Pekerjaan

Mentan Amran mengatakan pengembangan bioetanol berpotensi menciptakan sekitar 8 juta lapangan kerja melalui pengembangan kawasan produksi energi berbasis pertanian.

img_title
VIVA.co.id
22 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut