Krisis Energi Makin Ngeri, Internet dan Jaringan Ponsel Negara Asia Ini Terancam Mati Total
- REUTERS/Robert Galbraith/File Photo
Sekretaris Jenderal AMTOB Mohammad Zulfikar mengatakan jika pusat data berhenti beroperasi, dampaknya akan sangat luas dan cepat terasa oleh masyarakat. “Pemadaman jaringan sebagian atau total dapat membuat panggilan telepon, internet, SMS, dan seluruh layanan lainnya terhenti atau mengalami gangguan parah,” ujarnya.
“Internet bisa menjadi sangat lambat atau bahkan mati total, karena pusat data adalah pusat kendali tempat lalu lintas jaringan diarahkan dan dikendalikan.”
Artinya, bukan hanya panggilan telepon yang terganggu, tetapi layanan internet harian, transaksi digital, komunikasi bisnis, hingga layanan darurat juga bisa ikut lumpuh.
Kondisi ini menjadi ancaman besar bagi ekonomi Bangladesh yang semakin bergantung pada sistem digital dan konektivitas online.
Pemerintah Bangladesh pada 18 April 2026 resmi menaikkan harga BBM untuk menyesuaikan dengan lonjakan harga energi global akibat perang Iran. Harga solar naik 15 persen, dari 100 taka menjadi 115 taka per liter. Sementara harga bensin naik 16 persen, dari 116 taka menjadi 135 taka per liter.
Menteri Energi Bangladesh Iqbal Hasan Mahmud mengatakan kenaikan harga tersebut tidak bisa dihindari. “Seluruh dunia telah menyesuaikan harga, bahkan Amerika Serikat,” katanya.
Pemerintah juga memerintahkan depot bahan bakar untuk meningkatkan distribusi ke SPBU dengan harga baru, namun sejauh ini hasilnya belum signifikan.