Realisasi PSR Rendah, Upaya Percepatan Mulai Digenjot

Direktur Kemitraan dan Plasma PT Agrinas Palma Nusantara, Seger Budiharjo
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VIVA – Realisasi program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi industri kelapa sawit nasional. Di tengah peran strategis sawit sebagai penopang ekonomi, produktivitas perkebunan rakyat dinilai belum optimal karena lambatnya proses peremajaan kebun yang sudah tua. 

img_title 9 Korporasi Sawit Jadi Tersangka Karhutla di Kalimantan, Wilayah Kalbar Terbanyak

Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk kembali mendorong percepatan implementasi PSR secara lebih terstruktur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

PT Agrinas Palma Nusantara, sebagai BUMN di sektor perkebunan kelapa sawit, menyampaikan bahwa tantangan utama saat ini terletak pada rendahnya produktivitas kebun rakyat yang luasnya mencapai hampir setengah dari total perkebunan sawit nasional. 

img_title Hilirisasi Sawit Dikhawatirkan Tersendat, Popsi Beberkan Alasannya

Upaya pendampingan kepada petani terus dilakukan, khususnya dalam rangka mendukung pelaksanaan PSR yang dinilai masih jauh dari target. Direktur Kemitraan dan Plasma PT Agrinas Palma Nusantara (APN), Seger Budiardjo, menyoroti posisi strategis komoditas kelapa sawit dalam perekonomian nasional. 

“Kelapa sawit adalah komoditas strategis unggulan yang berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan pengembangan hilirisasi industri,” kata Direktur Kemitraan dan Plasma PT Agrinas Palma Nusantara (APN), Seger Budiardjo, dalam Forum Diskusi Terbatas (FDT) di Menara Agrinas Palma, dikutip dari siaran pers, Senin, 27 April 2026.

img_title Anggota DPRD Kampar Jadi Tersangka Perambahan Hutan untuk Ditanami Sawit

Seger menjelaskan bahwa salah satu persoalan mendasar adalah dominasi tanaman sawit tua di perkebunan rakyat yang berdampak langsung pada rendahnya hasil produksi. Ia menyebut kondisi ini tersebar luas dan melibatkan jutaan petani di berbagai daerah.

“Luas tanaman tua yang lebih dari 25 tahun, mencapai 40 persen atau 2,8 juta hektar yang melibatkan 1,1 juta kepala keluarga,” kata Seger Budiardjo.

Dari sisi produksi, ia menambahkan bahwa terdapat kesenjangan cukup jauh antara perkebunan rakyat dan perkebunan skala besar. Saat ini, produktivitas sawit rakyat hanya sekitar 2,6 ton per hektar per tahun, lebih rendah dibandingkan swasta dan PTPN.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Rendahnya produktivitas ini  juga karena realisasi PSR yang sangat rendah. Dalam tiga tahun terakhir hanya mencapai rata-rata 20 ribu per tahun. Karena itu, perlu strategi percepatan  PSR.  Dukungan pemerintah dan peran aktif Agrinas Palma menjadi kunci keberhasilan percepatan PSR,” katanya.

Menurutnya, percepatan PSR tidak bisa hanya bergantung pada satu pihak, melainkan membutuhkan koordinasi lintas lembaga serta penyederhanaan mekanisme yang selama ini dinilai masih menjadi hambatan di lapangan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut