Menyulap Sawit hingga Nilai Ekonominya Belasan Kali Lipat

Kelapa sawit.
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Jakarta, VIVA - Pemerintah memulai babak baru program hilirisasi nasional. Sebanyak 13 proyek strategis dengan nilai investasi Rp116 triliun yang ditopang konsolidasi pembiayaan melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) itu resmi memasuki tahap pembangunan pada tahun ini.

img_title Dony Oskaria Bocorkan Skema Tutup 750 BUMN

Di sektor perkebunan, implementasi hilirisasi tahap kedua mulai terlihat melalui pembangunan fasilitas pengolahan kelapa sawit di Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Secara teknis, fasilitas yang dibangun di Sei Mangkei mencakup industri pangan dan energi dalam satu kawasan terpadu. Proyek ini digarap sub-holding PTPN III (Perseo), PTPN IV PalmCo, sebagai bagian dari transformasi industri sawit nasional.

img_title Dorong Pengembangan Industri Hilir Nikel, Danantara Buka Peluang Mitra Strategis

Direktur Bisnis PTPN III (Persero), Ryanto Wisnuardhy, mengatakan bahwa pengembangan industri turunan sawit menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan impor energi, khususnya bahan bakar solar.

"Kebutuhan solar kita masih sangat besar. Melalui biodiesel berbasis sawit, kita berupaya memperkuat pasokan dari dalam negeri. Kebutuhan tersebut diperkirakan meningkat seiring rencana implementasi program campuran biodiesel B50 dalam waktu dekat," ungkapnya.

img_title Danantara Sudah Tutup 364 BUMN, Rosan Roeslani: Target Akhir Tahun 700 Perusahaan

Sementara Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa, menjelaskan bahwa pabrik oleofood akan memproduksi margarin dan shortening dengan kapasitas 35 ribu ton per tahun, serta cocoa butter substitusi sekitar 25 ribu ton per tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, pabrik biodiesel berkapasitas 450 ribu ton per tahun juga tengah dibangun dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2028. Menurutnya, pengolahan produk sawit di dalam negeri mampu meningkatkan nilai tambah secara signifikan dibandingkan penjualan bahan mentah.

“Jika diolah maka nilai ekonominya bisa meningkat hingga belasan kali lipat. Hilirisasi tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mengubah struktur ekonomi dari hulu ke hilir yang lebih modern. Ini tentu membuka lapangan kerja,” ujar dia.

Ilustrasi media sosial.

Ajudan, Patwal hingga Aktivitas Medsos Bos BUMN Tak Lagi Bisa Seenaknya! Keluarga Juga Dilarang Pamer Gaya Hidup Mewah

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memperketat aturan perilaku direksi dan dewan komisaris BUMN, bukan cuma melarang pamer gaya hidup mewah.

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut