Harga Minyak Dunia Makin Mahal, Tembus US$111 per Barel

Ilustrasi Minyak Dunia
Sumber :
  • Reuters

Sementara itu, bursa saham di Asia mayoritas menguat. Pasar di Taiwan dan Korea Selatan bahkan melonjak lebih dari 4 persen, didorong oleh penguatan saham sektor semikonduktor. Adapun pasar di Jepang dan China ditutup karena hari libur.

img_title Usai Lama Tak Bertemu, Trump Buka Peluang Jumpa Kim Jong Un Lagi, Mau Bahas Apa?

Kenaikan harga energi juga mulai terasa di sektor hilir, terutama bahan bakar. Harga bensin di Amerika Serikat naik menjadi rata-rata US$4,46 atau sekira Rp69 ribu per galon, meningkat hampir 50 persen sejak konflik dimulai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, pergerakan harga bensin tidak selalu sejalan secara langsung dengan harga minyak mentah. Umumnya, harga bahan bakar mengalami penyesuaian beberapa hari setelah perubahan harga minyak.

img_title Houthi Ancam Serang AS jika Trump Ikut Perang Lawan Arab Saudi

Sementara itu, harga diesel tercatat berada di level US$5,64 atau Rp87 ribuan per galon, naik lebih dari 50 persen sejak awal konflik. Kenaikan ini semakin menambah tekanan terhadap biaya transportasi dan logistik.

Secara keseluruhan, lonjakan harga minyak dan bahan bakar menunjukkan bahwa dampak konflik geopolitik tidak hanya terbatas pada kawasan tertentu, tetapi juga menjalar ke ekonomi global. Jika ketegangan terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga energi akan semakin tinggi.

img_title Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Jadi USD 112,81 per Barel
Presiden Prancis, Emmanuel Macron di sela-sela kunjungan di Qatar

Macron Kritik Pedas Trump dan Netanyahu soal Kerusuhan Prancis yang Dikaitkan dengan Imigran Islam

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengkritik para pemimpin dunia yang melontarkan komentar “bodoh” terkait kerusuhan dan penjarahan di sela demonstrasi Sabtu lalu

img_title
VIVA.co.id
22 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut