OJK Minta Evaluasi Total hingga Ancam Blacklist Indosaku

Ilustrasi Debt Collector
Sumber :
  • Freepik

Jakarta, VIVA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bergerak cepat merespons dugaan pelanggaran penagihan pinjaman online (pinjol) yang menyeret oknum debt collector (DC) di Semarang. Kasus ini mengarah pada PT Teknologi Internasional Nusantara (TIN) sebagai penyedia jasa penagihan pihak ketiga yang bekerja sama dengan PT Indosaku Digital Teknologi.

img_title Biaya Kesehatan Terus Naik, OJK Perkuat Ekosistem Asuransi untuk Lindungi Nasabah

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan pihaknya sedang melakukan pemeriksaan khusus terhadap Indosaku guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam praktik penagihan. Jika terbukti melanggar ketentuan, regulator menegaskan akan menjatuhkan sanksi tegas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saat ini OJK sedang melakukan pemeriksaan khusus terhadap Indosaku dan akan memberikan sanksi jika terbukti terdapat pelanggaran,” ucap Kiky dalam Rapat Dewan Komisioner OJK pada Selasa, 5 Mei 2026 di Jakarta. 

img_title OJK Soroti Kesenjangan Pemanfaatan dan Pemahaman Keuangan Syariah! Literasi 43% Tapi Inklusi Baru 13%

Tak hanya itu, OJK juga meminta Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) bersama Komite Etik untuk melakukan pendalaman terhadap pihak-pihak yang terlibat. Langkah ini termasuk pemberian sanksi blacklist kepada penyedia jasa penagihan pihak ketiga yang terbukti melakukan pelanggaran.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari

Photo :
  • VIVA.co.id/Anisa Aulia

img_title Dongkrak Literasi Keuangan Masyarakat dan Anak Muda, OJK Gelar FinExpo 2026

“OJK juga telah meminta AFPI beserta Komite Etik untuk melakukan pendalaman dan memberikan sanksi blacklist terhadap pihak ketiga penyedia jasa penagihan yang terlibat,” imbuh Friderica.

Selain penindakan, Kiky juga meminta Indosaku melakukan  pembenahan internal di tubuh Indosaku. Perusahaan diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh proses penagihan, termasuk kerja sama dengan pihak ketiga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kemudian OJK juga telah meminta Indosaku untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses penagihan yang dilakukan termasuk evaluasi atas kerjasama dengan perusahaan jasa penagihan pihak ketiga,” tambahnya.

Upaya yang dilakukan OJK merupakan lanjutan dari langkah tegas   AFPI yang telah mencabut keanggotaan perusahaan penyedia jasa penagihan yang terlibat. Dalam hal ini memutuskan pemberhentian PT Teknologi Internasional Nusantara (TIN) selaku penyedia jasa penagihan pihak ketiga sebagai anggota pendukung AFPI yang efektif berlaku pertanggal 30 April 2026.

Ilustrasi debt collector atau mata elang.

Sering Bikin Resah, Polri Siapkan Aturan Baru Debt Collector: Tak Bisa Lagi Sembarangan Tarik Kendaraan!

Polri mendorong profesi debt collector atau penagih utang ditata ulang agar tidak lagi identik dengan praktik intimidasi dan penarikan kendaraan secara paksa.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut