Menko Airlangga Bantah Tuduhan AS soal RI Lakukan Penipuan Transshipment

Menko Ekonomi Airlangga Hartarto.
Sumber :
  • Antara.

Jakarta, VIVA –  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia membantah tuduhan adanya penipuan terkait pengalihan pengiriman (transshipment scam) oleh Amerika Serikat (AS). Hal itu merespons laporan “The Great Transshipment Scam” yang diterbitkan Gedung Putih.

img_title Pesawat Mata-Mata AS Umumkan Darurat di Atas Selat Hormuz

Adapun AS laporan “The Great Transshipment Scam” menuding sejumlah negara termasuk Indonesia membantu China untuk menghindari tarif. Laporan tersebut menyatakan bahwa terjadi kegiatan transshipment atau pengalihan pengiriman terutama terjadi di negara-negara yang memiliki pelabuhan utama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami katakan bahwa tuduhan tersebut tidak benar,” kata dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

img_title Terungkap! Ini Sosok yang Melaporkan Ruben Onsu atas Dugaan Penipuan, Siapa Orangnya?

“Kami tegaskan bahwa studi ini merupakan studi yang berdasarkan anggapan atau asumsi. Jadi apa yang terjadi sebetulnya tidak seperti apa yang mereka asumsikan,” tambahnya.

Dokumen berjumlah 24 halaman tersebut menuding para eksportir China memanfaatkan praktik pengemasan ulang dan klaim palsu mengenai negara asal barang melalui Indonesia dan puluhan negara lainnya demi mendapatkan tarif yang lebih rendah. Laporan itu menyebut praktik tersebut sebagai "Jaringan Transshipment Bayangan Tiongkok" (“China’s Shadow Transshipment Network”).

img_title IHSG Dibuka Menghijau Serupa Bursa Asia yang Menguat sementara Wall Street Anjlok

Lebih lanjut, laporan tersebut menggolongkan Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam ke dalam “Tier 2”. Kategori ini mencakup negara-negara yang menurut Washington memiliki “volume transshipment yang signifikan, disertai dengan integrasi yang lebih dalam ke dalam rantai pasok dan sumber pasokan bahan baku yang terkait dengan Tiongkok”.

“Pertama, Indonesia tidak pernah terlibat ataupun diberitahu mengenai adanya studi ini. Indonesia dituduh bersama Brasil, Malaysia, Thailand, Turkiye, Vietnam yang masuk di dalam (penipuan) transshipment,” kata Airlangga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, AS juga menyoroti peningkatan aktivitas barang-barang yang terkait dengan China, khususnya kotak dan wadah plastik di koridor Bekasi-Batam. “Kedua, Indonesia ditempatkan di Tier 2, di mana merupakan manufaktur terintegrasi dengan China dan ekspornya ke Amerika, terutama untuk produk-produk plastik dan turunannya,” kata Airlangga.

“Dapat kami sampaikan bahwa dalam laporan yang saya baca sekilas, jaringan akses Batam dan Bekasi. Kita dapat menyatakan bahwa kawasan industri Batam dan Bekasi itu sudah ada sejak tahun 90-an, dan industri yang ada di sana kebanyakan industri manufaktur dan kalau industri berbasis plastik, packaging-nya itu seluruhnya adalah sebagian besar perusahaan nasional,” imbuhnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut