Transmigrasi Naik Kelas, Pemerintah Siapkan Kawasan Ekonomi Baru hingga Dorong Hilirisasi

Karhutla Makin Meluas, Kawasan Transmigrasi di Kalimantan Jadi Perhatian Menteri Iftitah
Sumber :

Jakarta, VIVA – Transmigrasi kini diarahkan memasuki babak baru. Kementerian Transmigrasi tidak lagi menempatkan program tersebut sebatas sebagai upaya memindahkan penduduk, tetapi menjadikannya bagian dari strategi membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah Indonesia.

img_title Karhutla Makin Meluas, Kawasan Transmigrasi di Kalimantan Jadi Perhatian Menteri Iftitah

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan perubahan paradigma tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam Transmigration Executive Dialogue: Strategic Lecture & Policy Forum yang digelar di Artotel Mangkuluhur, Jakarta, Senin, 24 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam forum yang menghadirkan Profesor Soner Baskaya, ekonom dari Adam Smith Business School, University of Glasgow, Inggris, Iftitah menyebut transmigrasi kini mulai dibawa dari persoalan domestik menuju pembahasan yang lebih luas di tingkat global.

img_title Strategi Pemerintah Capai Ekonomi 6 Persen, Airlangga: Investasi Tumbuh Lebih Cepat dari PDB

Transmigrasi Tak Lagi Sekadar Memindahkan Penduduk

Menurut Iftitah, perubahan pendekatan transmigrasi diperlukan untuk menjawab tantangan ekonomi dan geopolitik dunia, termasuk persoalan pangan, ketahanan pangan, perubahan iklim, serta kebutuhan menciptakan pekerjaan yang lebih produktif.

img_title Luhut dan Menlu China Wang Yi Rapat soal Investasi, Intip Pembahasannya

Ia menekankan, pola lama berupa penempatan penduduk terlebih dahulu kemudian mencari peluang ekonomi sudah harus ditinggalkan.

Kini, pemerintah ingin membalik urutan tersebut. Potensi ekonomi dipetakan lebih dulu, kemudian industri dan investasi dikembangkan, lapangan kerja disiapkan, termasuk pendidikan dan layanan kesehatan, sebelum masyarakat ditempatkan secara sukarela dan memiliki kepastian terhadap masa depannya.

"Kalau dulu tempatkan dulu, baru kemudian kita lihat ada peluang atau tidak untuk kesejahteraan yang lebih baik. Itu dulu. Nah, kalau sekarang, cari dulu potensi ekonominya, kemudian bangun industrinya, siapkan lapangan pekerjaannya, kemudian pendidikan dan kesehatan yang lebih baik, baru penempatan," kata Iftitah.

Konsep tersebut juga dibahas dalam pertemuannya dengan Profesor Baskaya. Menurut Iftitah, sang ekonom melihat transmigrasi sebagai program yang tepat dengan kondisi saat ini karena berkaitan dengan kebutuhan ekonomi global dan perubahan rantai pasok.

Lima Program Jadi Dasar Transformasi

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kementerian Transmigrasi saat ini menjalankan lima program unggulan yang menjadi bagian dari perubahan paradigma tersebut, yakni Trans Tuntas, Trans Lokal, Trans Patriot, Trans Karya Nusantara, dan Trans Gotong Royong.

Trans Tuntas diarahkan untuk memastikan kepastian dan pemanfaatan lahan secara produktif. Pemerintah ingin mengakhiri paradigma pembagian lahan semata dan mendorong pemanfaatan lahan secara kolaboratif untuk kegiatan ekonomi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut