MSCI Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI, OJK hingga DPR Buka Suara
- MSCI
Ke depan, OJK bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) akan melanjutkan komunikasi konstruktif dengan penyedia indeks global dan investor institusi internasional.
Langkah tersebut bertujuan menyampaikan perkembangan terbaru reformasi pasar modal Indonesia sekaligus memperoleh masukan dan rekomendasi kebijakan untuk penyempurnaan berkelanjutan.
Airlangga Pertanyakan Waktu Pengumuman MSCI
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto turut menanggapi rencana perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia tersebut. Ia mempertanyakan waktu penyampaian pengumuman MSCI, terutama karena Indonesia sebelumnya telah mengadakan pertemuan dengan sejumlah pejabat MSCI di Bangkok, Thailand.
"Ini kan ada tanda tanya besar. Kemarin di Thailand kenapa (MSCI) nggak ngomong yang ini. Padahal yang kemarin itu seminggu juga belum," ujar Airlangga saat ditemui wartawan, Jumat, 16 Oktober 2026.
Meski mempertanyakan waktu pengumuman tersebut, Airlangga menegaskan pemerintah tidak ingin terburu-buru berprasangka negatif terhadap pihak tertentu.
"Ya tentu kita lihat aja, tapi kita tidak boleh suudzon," katanya.
Airlangga menyebut perhatian utama pemerintah saat ini adalah implementasi aturan dan langkah aksi yang dilakukan Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satu hal yang menjadi perhatian MSCI adalah periode pelaksanaan reformasi pasar modal Indonesia yang dinilai relatif lebih panjang dibandingkan negara lain.
"Concern paling utama implementing regulation. Implementing langkah action dari bursa," ujarnya.
Airlangga juga menjelaskan bahwa kategori standalone market berada di antara frontier market dan emerging market. Pemerintah akan mencermati perkembangan tersebut serta dampaknya terhadap pasar keuangan domestik.
Menurut Airlangga, pengumuman terbaru MSCI memberikan kepastian mengenai tenggat pelaksanaan langkah-langkah yang menjadi perhatian penyedia indeks tersebut. Tenggat yang sebelumnya dikaitkan dengan November kini bergeser hingga Juni tahun depan.
"Yang hari ini diberikan kan sebetulnya kepastian terhadap langkah-langkah dan mereka memastikan bahwa deadline-nya itu bukan bulan November, tapi mundur ke tahun depan di bulan Juni," kata Airlangga.
DPR dan Danantara Datangi Bursa Efek Indonesia
Di tengah tekanan pasar saham setelah pengumuman MSCI, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama CEO Danantara Rosan Roeslani, COO Danantara Dony Oskaria, serta Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mendatangi Gedung Bursa Efek Indonesia pada Jumat, 16 Oktober 2026.