Inggris, Jerman hingga Swedia Kompak Minta Warga Siapkan Stok Makanan, Ada Apa?
- Istimewa
Jakarta. VIVA – Ketidakpastian situasi global membuat sejumlah negara memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat. Salah satu langkah yang didorong pemerintah adalah meminta warga menyiapkan persediaan makanan, air minum, dan kebutuhan pokok di rumah.
Imbauan tersebut kembali menjadi perhatian setelah Inggris meluncurkan kampanye kesiapsiagaan pada Oktober 2026. Langkah serupa juga dilakukan sejumlah negara Eropa, seperti Jerman, Swedia, Irlandia, dan Belgia.Â
Masing-masing memiliki rekomendasi mengenai jumlah persediaan yang sebaiknya disiapkan masyarakat untuk menghadapi kemungkinan krisis. Kebijakan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap berbagai risiko global, mulai dari konflik geopolitik, ancaman perang, serangan siber, bencana alam, hingga gangguan rantai pasok.Â
Meski demikian, imbauan menyiapkan stok makanan bukan berarti negara-negara tersebut sedang menghadapi kelangkaan pangan. Persediaan darurat merupakan bagian dari strategi antisipasi agar masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan pemerintah ketika terjadi keadaan darurat.
Berikut daftar negara yang mendorong warganya menyiapkan persediaan makanan dan kebutuhan pokok, sebagaimana dihimpun Viva pada Jumat (30/10/2026).Â
1. Inggris
Inggris menjadi salah satu negara yang baru-baru ini kembali mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya memiliki persediaan darurat. Pada 22 Oktober 2026, pemerintah Inggris meluncurkan kampanye kesiapsiagaan bertajuk Be Ready. Melalui kampanye tersebut, masyarakat diminta menyiapkan kebutuhan pokok untuk menghadapi kondisi darurat selama minimal tiga hari.
Persediaan yang dianjurkan meliputi makanan tahan lama, air minum, obat-obatan, radio, baterai, dan uang tunai. Pemerintah juga merekomendasikan sekitar sembilan liter air minum untuk setiap orang selama tiga hari. Kebutuhan tersebut dipersiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan terhadap layanan penting, termasuk pasokan air, listrik, dan distribusi barang.
2. Jerman
Jerman juga mendorong masyarakat memiliki persediaan makanan dan kebutuhan pokok untuk menghadapi kondisi darurat. Pemerintahannya merekomendasikan rumah tangga menyiapkan kebutuhan yang cukup untuk bertahan hingga 10 hari. Persediaan tersebut mencakup makanan tahan lama, air minum, obat-obatan, dan perlengkapan penting lainnya.
Imbauan ini berkaitan dengan meningkatnya perhatian terhadap risiko keamanan di Eropa. Selain ancaman konflik, pemerintah turut mempertimbangkan kemungkinan serangan siber, pemadaman listrik, dan gangguan infrastruktur penting. Dengan memiliki persediaan sendiri, masyarakat diharapkan tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar apabila distribusi barang atau layanan publik terhenti.