Ini Cara Tarik Minat Pengusaha Belanda Berbisnis di RI

Pengusaha Belanda bertemu dengan Kedutaan Besar RI di Den Haag
Sumber :
  • KBRI Den Haag
VIVA.co.id
- Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan semua perwakilan diplomatik Indonesia di mancanegara agar terus giat mendatangkan para pengusaha setempat untuk berbisnis dan menanamkan modal di Tanah Air. Hal ini mengingat investasi asing termasuk komponen vital demi membangkitkan ekonomi nasional.


Itu menjadi salah satu tugas bagi semua kantor perwakilan diplomatik RI di seluruh dunia, termasuk Kedutaan Besarnya di Den Haag. Pemerintah RI, melalui kedutaannya, terus membuka peluang bagi para pebisnis dari Belanda untuk melakukan usaha di Indonesia.


Berbagai pendekatan pun dilakukan. Maka, untuk kali kedua, KBRI Den Haag, bekerjasama dengan Yayasan Hibiscus, menyelenggarakan makan malam dengan para pengusaha Belanda. Tawaran usaha tersebut disampaikan oleh Kuasa Usada Ad Interim KBRI Den Haag, Ibnu Wahyutomo, saat penyelenggaraan acara 
Indonesia Netwerkdiner 2015
 di kota Best, Kamis malam waktu setempat.
IHSG Diproyeksi Menguat Pekan Ini, Modal Asing Masih Deras


Gebrakan Menteri Baru Jokowi Dinanti Investor
"Seperti yang telah disampaikan oleh Presiden Jokowi, Indonesia akan membangun sembilan bandara, lima pelabuhan, 43 dam, dan 3 juta hektare lahan pertanian. Ini merupakan kesempatan bagi para pengusaha Belanda untuk berpartisipasi,” kata Ibnu, seperti yang diteruskan oleh KBRI Den Haag melalui keterangan persnya hari ini.

Realisasi Investasi Kuartal II Capai Rp151,6 Triliun

Ibnu juga mengungkapkan, seusai pertemuan bisnis itu, beberapa pengusaha langsung menghubunginya untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut terkait peluang bisnis di Indonesia. "Ini salah satu tugas dari para diplomat untuk memfasilitasi para pengusaha yang akan melakukan bisnis di Indonesia," lanjut dia. 

Wakil Wali Kota Best, Peet van de Loo, mengungkapkan dukungannya atas kerjasama antara Indonesia dengan kota tersebut. "Kami mendorong para pengusaha Belanda yang hadir untuk meningkatkan perdagangan dan investasi di Indonesia," kata van de Loo.


Makan malam para pengusaha ini diramu dengan paparan yang menarik. Mengingat tema pertemuan tahun ini
Solar Energy and Water Management
, pada kesempatan tersebut ditampilkan empat pembicara.


Rio Praaning, sebagai pembicara pertama memaparkan situasi perkembangan ekonomi Indonesia. Paparannya berjudul
In the Middle of Growth: Indonesia’s Road to World’s No.4
. Secara singkat Rio memaparkan berbagai hal terkait keamanan dan ketahanan pangan, kebersihan dan kesehatan air, akses pasar, dan konektivitas di Indonesia.  


Sementara itu Draja Kagic Kok dari Leaf Wageningen, konsultan lingkungan yang berbasis di kota Wageningen Belanda, menyampaikan pemaparan tentang manajemen air yang dikelola di sekolah dengan pendekatan WASH (Water, Sanitation and Hygiene) mengambil pengalaman proyek mereka di sekolah-sekolah di Propinsi Mpumalanga, Afrika Selatan. 


Pembicara ketiga yang dihadirkan adalah Dick Aantjes yang memaparkan tentang proyek penggunaan energi matahari yang dilakukan di Malawi, Afrika. Sedangkan pembicara terakhir adalah Erik van Happen, pemilik perusahaan produksi panel surya yang memaparkan keuntungan penggunaan panel surya sebagai alat yang efektif dan efisien.


Ibnu sendiri dalam sambutannya menyampaikan, “Salah satu tugas dari para diplomat untuk memfasilitasi para pengusaha yang akan melakukan bisnis di Indonesia. Ibnu juga menginformasikan bahwa, seperti yang telah disampaikan oleh Presiden Jokowi, Indonesia akan membangun 9 bandara, 5 pelabuhan, 43 dam, dan 3 juta hektar lahan pertanian. Ini merupakan kesempatan bagi para pengusaha Belanda untuk berpartisipasi”.


Makan malam tersebut dihadiri oleh 40 pengusaha pada tataran CEO dan direktur dari berbagai perusahaan yang bergerak di bidang energi, infrastuktur, tata kelola air, keuangan dan lain-lain, ungkap Azis Nurwahyudi Minister Counsellor Pensosbud dari KBRI Den Haag.

 

Menu khas Indonesia disajikan oleh “Indonesia Satu”, yakni kumpulan
chef
profesional di Belanda, dan  bekerjasama dengan Yayasan Bunga Sepatu (Stichting Hibiscus) yang diketuai oleh Ine Waworuntu. Yayasan ini aktif mempromosikan hubungan Indonesia dan Belanda dalam berbagai bidang seperti seni budaya, pertukaran pelajar, dan bantuan sarana pendidikan untuk berbagai kelompok kurang mampu di Indonesia.




Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya