Lakon Wayang Gaul, “Ganteng-Ganteng Gatot Kaca”

Lakon Wayang Gaul, “Ganteng-Ganteng Gatot Kaca”
Sumber :

img_title BCA Bakal Gandeng BPR Salurkan Kredit Usaha Rakyat

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“BCA terus membuktikan komitmen untuk melestarikan wayang sebagai kebudayaan Indonesia yang sarat akan nilai moral. Kami menyadari pelajar merupakan generasi muda yang akan meneruskan keberadaan wayang sebagai kekayaan budaya Indonesia. Hal inilah yang mendorong kami untuk menghadirkan kegiatan-kegiatan wayang di tengah generasi muda, seperti Wayang in Town – Journey in A Thousand Years,” ungkap Jahja 17 November 2015.
img_title Pluit City Bangun Rumah Pintar untuk Anak Nelayan

Lakon Wayang Gaul, ?Ganteng-Ganteng Gatot Kaca?
img_title Ini Cara BTN Kenalkan Siswa tentang Indonesia

Wayang in Town - Journey in A Thousand Years bagian dari rangkaian kegiatan Bakti BCA bidang budaya, yang berada di bawah payung program ‘BCA untuk Wayang Indonesia”. Acara ini diselenggarakan untuk mengedukasi sekaligus memperkenalkan wayang sebagai salah satu budaya Indonesia yang diakui oleh UNESCO kepada generasi muda Indonesia.

Selain pentas Wayang Hip Hop oleh Benyek, BCA menghadirkan berbagai jenis pertunjukan wayang lainnya seperti Pentas Wayang Golek oleh Adi Konthea, talk show “Wayang Menyeberang Jaman" oleh Woro dan “Wayang Di Pentas Dunia” oleh wanita asal Prancis Charlotte Malette, serta talk show teknik menggambar wayang oleh Sweta Kartika dan Hendranto.

Sekretaris Perusahaan BCA Inge Setiawati mengungkapkan wujud pelestarian dalam kemasan baru diperlukan untuk menjawab tantangan zaman. Tapi tidak serta merta meninggalkan yang sudah menjadi akar kuat. Pengemasan mungkin berbeda secara fisik, tapi dari segi esensi masih sama.

“Kita ingin membawa apa yang menjadi value dan filosofi dari wayang dari masa lalu ke masa sekarang dengan gaya kekinian sehingga anak-anak bisa menikmati dan melestarikan wayang. Diharapkan dengan mereka kenal, akan tertarik, suka, lalu cinta. Dengan begitu mereka perlahan-lahan akan menggali ke belakang dan mempelajari yang klasik itu seperti apa karena wayang itu kan heritage,” ujarnya.

Peran aktif siswa juga dibuktikan dengan karya seni yang dikirimkan masing-masing sekolah untuk dipamerkan selama acara berlangsung. “Beragam kegiatan yang berhubungan dengan wayang ini kami kemas secara menarik karena kami ingin mengajak pelajar untuk tidak hanya menyaksikan pergelaran, namun turut berpartisipasi dalam mengenal tokoh wayang melalui kompetisi karya seni,” lanjut Jahja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Sebelumnya, BCA telah melaksanakan “Wayang Masuk Mall” pada tahun 2014 di Semarang, dan Jakarta. Selain memberikan pengenalan wayang di mall, BCA turut mendatangi sekolah-sekolah melalui kegiatan Wayang Day on School di Bali dan Semarang pada tahun 2014 sampai 2015.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut