Pasar Asia Diprediksi Tidak Terpengaruh Isu Brexit
- REUTERS/Neil Hall
Meskipun pertumbuhan Asia melambat, Asia masih akan tumbuh sekitar US$1 triliun setiap tahun. Ini setara dengan tingkat produk domestik bruto (PDB) Jerman setiap 3,2 tahun. Lima tahun dari sekarang, dipandang akan membentuk Jerman baru setiap 2,8 tahun. “Jadi jangan khawatir soal Britain Exit jika Anda tinggal di Asia,” ujar Carbon.
Sebelumnya, Ekonom DBS Group Research Philip Wee dalam risetnya yang berjudul “Brexit First impact pada 24 Juni 2016 lalu menyebutkan bahwa Inggris merupakan negara dengan tingkat perekonomian terbesar di Uni Eropa. Tak pelak, keputusan untuk berpisah langsung direspons negatif oleh pasar.
Pasca keputusan referendum Inggris, mata uang poundsterling sempat anjlok sebesar 12,5 persen terhadap dolar Amerika Serikat. Standard & Poor’s pun akhirnya menurunkan peringkat utang Inggris dari level tertingginya. “Kami rasa, skenario terburuk dari keputusan ini, nilai poundsterling akan turun 10-20 persen,” kata Wee.
(ren)