Sri Mulyani Minta Ditjen Pajak Perketat Sistem Pengawasan

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Suparman

VIVA.co.id – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, kembali mengingatkan segenap jajaran Direktorat Jenderal Pajak, untuk menciptakan sebuah sistem yang lebih mampu meminimalisir terjadinya korupsi.

img_title Komisi XI Cecar Sri Mulyani Soal Anggaran Pendidikan Tak Sampai 20 Persen

"Saya wanti-wanti, jangan biarkan tingkah laku satu orang itu melemahkan kita," tegas Ani, sapaan akrab Sri Mulyani, saat ditemui di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Kamis, 1 Desember 2016. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ani memandang, apabila dibandingkan 10 tahun terakhir, saat ini DJP telah berubah menjadi institusi yang jauh lebih baik. Mulai dari sumber daya manusia sampai sistem perpajakan yang lebih berkualitas.

img_title Sri Mulyani Bungkam soal Kabar Rotasi Dirjen Pajak dan Bea Cukai, Wamenkeu: Akan Diumumkan

Namun, tertangkapnya pejabat DJP beberapa waktu lalu oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, kembali mencoreng nama baik institusi yang mulai pulih. Meski begitu, Ani tetap meyakini lembaga itu masih memiliki pejabat publik, yang memegang teguh integritas dan tanggung jawabnya. 

Contohnya, seperti pada saat periode akhir pelaksanaan program kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty tahap pertama. Eks Direktur Pelaksana Bank Dunia itu memandang, masa-masa tersebut menjadi bukti, masih ada pegawai pajak yang memiliki integritas.

img_title Sri Mulyani Sebut Orang Indonesia Masih Kalah Jauh di Dunia Kerja Internasional

"Saya mencoba membuka catatan saya, ini sangat berbeda. Reaksi Anda menunjukkan bahwa kita telah mencapai sesuatu. Ini suatu episode, di mana ada kemajuan yang luar biasa sejak 10 tahun yang lalu," katanya.

Ani mengakui, pekerjaan sebagai pengelola keuangan negara bukan sesuatu yang mudah. Menurutnya, sebagai seorang manusia biasa, pasti ada ambisi, maupun godaan yang menghampiri. Bahkan, menyalahgunakan amanat konstitusi.

"Kita lemah karena ada kesempatan. Manusia kalau melihat peluang, dan sistemnya tidak memberikan keyakinan akan ada hukuman, maka itu akan sangat dimungkinkan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Maka dari itu, reformasi sistem perpajakan pun akan kembali digenjot Presiden Joko Widodo. Tak sekadar meningkatkan basis data penerimaan negara, melainkan juga memperkecil kesempatan korupsi di internal DJP.

"Sistem ini yang ingin saya evaluasi, dan reformasi. Karena apa yang terjadi saat ini adalah, kita, Anda semua harus terus bersama-sama memperbaiki sistem untuk kebaikan Anda dan negara ini," jelasnya.

Apa Itu Saham? Pelajari Fungsi dan Keuntungannya di Sini

IHSG Ambruk pada Penutupan Perdagangan Hari Ini, Tertekan Kabar Sri Mulyani Kena Reshuffle?

IHSG anjlok 100,50 poin atau 1,28 persen pada penutupan perdagangan Senin, 8 September 2025. Penurunan terjadi setelah Mensesneg umumkan reshuffle sejumlah menteri.

img_title
VIVA.co.id
8 September 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut