Ngeri, Pertandingan di Copa Bolivia Tercipta 17 Kartu Merah

Laga Real Oruro vs Blooming
Sumber :
  • APG

VIVA – Laga perempat final Copa Bolivia antara Real Oruro melawan Blooming pada 26 November di Stadion Jesús Bermúdez, Oruro, berubah menjadi catatan kelam dalam sejarah sepakbola Bolivia. Dalam satu malam yang seharusnya penuh persaingan, 17 kartu merah keluar, membuat pertandingan yang berakhir 2-2 itu kehilangan semua rasa sportivitas.

img_title Legenda Real Madrid dan Portugal Luis Figo Diabadikan dalam Kartu Koleksi di Jakarta Game On 2026

Begitu peluit panjang dibunyikan, adu dorong di lapangan segera memuncak menjadi baku hantam. Wasit, tak punya pilihan lain, mengusir hampir separuh pemain dan ofisial kedua tim. Meski dihantam skandal, Blooming tetap melaju ke semifinal dengan agregat 4-3.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari laporan resmi, Blooming menjadi pihak yang paling “merah”: 10 nama tercatat keluar lapangan, termasuk Gabriel Valverde, Richet Gómez, Franco Posse, César Romero, Héctor Suárez, Roberto Carlos Melgar, César Menacho, dan pelatih Mauricio Soria. Dua ofisial tambahan—dokter tim Henry Seas dan staf técnico José Luis Vaca—juga diusir.

img_title FKUB Mimika Gelar Mini Soccer Lintas Agama, Perkuat Persaudaraan di Papua Tengah

Real Oruro tak kalah parah. Tujuh nama ikut terkena sanksi: Raúl Gómez, Julio Vila, Yerco Vallejos, Eduardo Álvarez, pelatih Marcelo Robledo, Iván Salinas, dan Rubén Taboada. Semua disebut terlibat dalam keributan yang menodai jalannya kompetisi.

Situasi ini menempatkan Blooming dalam posisi sulit jelang semifinal, karena berpotensi kehilangan banyak pilar penting. Federasi Sepakbola Bolivia dikabarkan tengah menyiapkan sanksi tambahan berdasarkan laporan dan rekaman video. Wasit pun menegaskan akan mengirim laporan tambahan, membuka kemungkinan munculnya nama-nama lain yang bakal dihukum.

img_title Mengharukan, Air Mata Messi Mengalir Deras di Laga Perspirahan Timnas Argentina Vs Benin

Insiden ini sekali lagi menyeret sepakbola Bolivia ke sorotan negatif. Laga yang seharusnya menjadi pesta olahraga justru berakhir malam penuh kekerasan dan rekor memalukan yang sulit dilupakan.

Cucu Sumantri

Menjaga Mimpi Anak-anak Nagekeo Lewat Sepak Bola dan Pendidikan

Pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat dukungan melalui penyaluran perlengkapan olahraga dan kebutuhan pendidikan bagi a

img_title
VIVA.co.id
19 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut