Michael Bambang Hartono Tutup Usia, Como 1907 Sampaikan Belasungkawa

Michael Bambang Hartono
Sumber :
  • Instagram/comofootball

VIVA – Como 1907 menyampaikan duka cita atas wafatnya salah satu pemegang saham mayoritasnya, Michael Bambang Hartono, yang meninggal dunia pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura.

img_title Tanpa Jay Idzes, Sassuolo Bisa Jadi Samsak Kedua Como setelah Manchester United

Ungkapan duka tersebut disampaikan melalui akun Instagram mereka. Como menyebut sangat berduka atas meninggalnya Michael Bambang Hartono dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Hartono serta seluruh jajaran Djarum Group.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Como 1907 sangat berduka atas meninggalnya Michael Bambang Hartono," tulis akun Instagram resmi @comofootball.

img_title Kode Emil Audero Minta Dipermanenkan Rayo Vallecano, Terganjal Klausul Peminjaman dari Como

"Kami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga Hartono dan seluruh jajaran Djarum Group. Di bawah kepemimpinan keluarga Hartono, Klub telah memasuki babak baru dalam sejarahnya, dan kami mengenang beliau dengan rasa syukur dan hormat," sambungnya.

Pemain Como

Photo :
  • Football Italia

img_title Terpopuler: Ancelotti Kritik Calvin Verdonk, Ranking AFC Indonesia usai Borneo FC Masuk 8 Besar

Unggahan duka tersebut mendapat respons dari berbagai pihak, termasuk mantan pemain Como 1907, Raphael Varane, yang turut menyampaikan simpati atas kabar tersebut.

Michael Bambang Hartono bersama Robert Budi Hartono dikenal sebagai pemegang saham mayoritas Como 1907 dan berperan dalam perkembangan klub dari Serie D hingga berkompetisi di Serie A Liga Italia. 

Selain di dunia sepak bola, keduanya juga dikenal luas sebagai pengusaha besar di Indonesia dengan kepemilikan bisnis seperti Djarum, Bank Central Asia (BCA), dan perusahaan elektronik Polytron.

Di luar dunia bisnis dan sepak bola, Michael Bambang Hartono juga memiliki kontribusi di bidang olahraga bridge. Ia tercatat pernah mewakili Indonesia dalam Asian Games 2018 pada cabang olahraga bridge dan berhasil meraih medali perunggu. Atas pencapaiannya tersebut, ia menerima penghargaan dari pemerintah Indonesia melalui Presiden Joko Widodo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perjalanan bisnis keluarga Hartono berawal dari sang ayah, Oie Wie Gwan, yang mengakuisisi sebuah perusahaan rokok yang hampir bangkrut pada tahun 1950. 

Perusahaan tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu pemimpin pasar, sebelum keluarga Hartono memperluas bisnis ke sektor perbankan melalui akuisisi BCA dan industri elektronik dengan mendirikan Polytron.

Pemain Manchester United, Bruno Fernandes

Carrick Akhirnya Tentukan Nasib Bruno Fernandes

Nasib Bruno Fernandes setelah kekalahan dari Como 1907 di Liga Champions yang diisukan bermasalah setelah kerap mengertitik pendekatan taktik juru racik MU

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut