Waspada! Ini Jenis-jenis Penipuan Jelang Piala Dunia 2026

Juara Piala Dunia 2022, Timnas Argentina
Sumber :
  • REUTERS

VIVA – Gelaran Piala Dunia FIFA 2026 yang akan dimulai 11 Juni mendatang di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tak hanya membawa euforia bagi penggemar sepak bola dunia. Di balik antusiasme tersebut, ancaman penipuan digital justru meningkat tajam dan menyasar para fans.

img_title 7 Fakta Menarik FIFA ASEAN Cup 2026: Bakal Ada Dua Juara, Hadiah Rp23 Miliar

Sejumlah laporan menunjukkan maraknya situs palsu yang menyamar sebagai penjual tiket resmi, merchandise, layanan visa, hingga proyek kripto yang mengatasnamakan Piala Dunia. Fenomena ini menjadi pola berulang setiap edisi turnamen besar, namun dengan skala dan kecanggihan yang terus berkembang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Modus yang digunakan pun terbilang seragam. Banyak situs memanfaatkan kata “official” tanpa afiliasi jelas, menawarkan harga jauh di bawah pasaran, hingga memasang hitung mundur palsu untuk menciptakan rasa urgensi. Tak jarang, pengguna diarahkan ke situs tersebut melalui iklan berbayar di mesin pencari atau media sosial.

img_title Maarten Paes: Indonesia Layak Tampil di Piala Dunia untuk Tunjukkan Kegilaan Suporter

Dalam praktiknya, ada empat kategori utama penipuan yang paling sering ditemukan. Pertama, proyek kripto yang mengklaim sebagai token resmi Piala Dunia. Padahal, FIFA tidak pernah merilis token resmi semacam itu di luar platform digital yang mereka kelola sendiri.

Kedua, layanan “visa Piala Dunia” yang sebenarnya tidak pernah ada. Otoritas resmi menyatakan bahwa pengunjung tetap harus menggunakan visa reguler seperti B1/B2 untuk masuk ke Amerika Serikat, atau skema serupa di negara tuan rumah lainnya.

img_title Fakta-Fakta Menarik FC Seoul, Raksasa Korea Selatan yang Dihadapi Persib di ACL 2

Ketiga, penjualan merchandise palsu yang meniru brand ternama seperti LEGO dan Panini. Produk-produk ini biasanya dijual dengan diskon ekstrem yang tidak masuk akal, bahkan hingga 90 persen dari harga asli.

Keempat, situs prediksi atau “tebak juara” berbayar yang menawarkan hadiah besar, namun tanpa kejelasan regulasi atau jaminan pembayaran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pakar keamanan digital menilai, meningkatnya kasus ini tidak lepas dari tingginya minat publik terhadap Piala Dunia. Ditambah lagi, kemajuan teknologi memungkinkan pembuatan situs palsu yang terlihat semakin meyakinkan dalam waktu singkat.

Masyarakat pun diimbau untuk lebih berhati-hati sebelum melakukan transaksi atau membagikan data pribadi. Selalu pastikan akses dilakukan melalui situs resmi, serta hindari tawaran yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut