Netizen Vietnam Serang Justin Hubner dan Keluarga, PSSI Pasang Badan

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner
Sumber :
  • Instagram/justinhubner5

VIVA – PSSI turun tangan menyikapi perundungan yang menimpa bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, setelah kegagalan Skuad Garuda di Piala AFF 2026. Serangan di media sosial bahkan tidak hanya menyasar pemain berusia 22 tahun tersebut, tetapi turut menyeret keluarganya.

img_title Masih Ingat Keziah Veendorp? Sempat Dirumorkan ke Timnas Indonesia U-23, Kini Banting Setir Buka Toko Bekas di Usia Muda

Gelombang serangan muncul setelah Indonesia kalah 0-3 dari Vietnam pada fase grup Piala AFF 2026. Hasil itu membuat kekecewaan suporter memuncak, sementara Hubner sempat menyampaikan respons melalui media sosial terkait pertandingan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Komentar Hubner kemudian mendapat reaksi keras dari sejumlah warganet Vietnam. Rivalitas Indonesia dan Vietnam yang sebelumnya berlangsung di lapangan ikut merembet ke dunia maya hingga berubah menjadi serangan personal.

img_title Calvin Verdonk Semprot Kelemahan Lille usai Dibungkam Galatasaray di Liga Champions

PSSI menilai situasi tersebut sudah melewati batas. Kritik terhadap penampilan pemain memang menjadi bagian dari sepak bola, tetapi perbedaan pendapat tidak seharusnya berkembang menjadi ujaran kebencian, ancaman, perundungan, maupun tindakan yang mengganggu kehidupan pribadi pesepak bola.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, mengingatkan bahwa sepak bola harus tetap menjadi ruang yang aman bagi pemain, pelatih, ofisial, hingga suporter. Karena itu, PSSI turut menggaungkan pesan FIFA, "Stop Hate, Protect Football".

img_title Bawa Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Mitchell Baker Dapat Penghormatan Spesial di Amerika

"Kritik boleh tajam, tetapi tidak boleh menjadi kebencian. Dukung pemainnya, hormati manusianya, dan jaga sepak bolanya," kata Yunus Nusi.

Menurut Yunus, kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 memang harus menjadi bahan evaluasi. Namun, hasil pertandingan tidak bisa dijadikan pembenaran untuk menyerang pemain secara pribadi, apalagi melibatkan anggota keluarga.

"Kekalahan bukan alasan untuk membenarkan kebencian," ujarnya.

Seruan FIFA untuk Lindungi Insan Sepak Bola

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pesan yang disampaikan PSSI tersebut sejalan dengan upaya FIFA dalam menghadapi meningkatnya serangan di media sosial. Badan sepak bola dunia itu memiliki Social Media Protection Service (SMPS), sebuah layanan yang ditujukan untuk membantu melindungi pemain, pelatih, ofisial, dan peserta sepak bola lainnya dari konten abusif di dunia maya.

Melalui sistem tersebut, konten yang mengandung unsur pelecehan, diskriminasi, atau ancaman dapat dideteksi dan dimoderasi. Langkah ini menunjukkan bahwa persoalan cyberbullying dalam sepak bola bukan lagi sekadar masalah kecil yang bisa diabaikan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut