Luka yang Masih Membekas di Hati Lionel Messi
- REUTERS/Hannah Mckay
Kini, Messi benar-benar memilih mengakhiri perjalanannya bersama Argentina.
Messi Serahkan Tongkat Estafet
Dalam pernyataannya, Messi menyadari bahwa waktunya bersama Timnas Argentina telah tiba di penghujung perjalanan.
“Saya mencintai, dulu mencintai, dan akan selalu mencintai berada di tim nasional. Saya sudah memberikan semua yang saya miliki, tidak ada lagi yang bisa saya berikan. Selain itu, ada sejumlah pemain muda berbakat yang datang dan mereka pantas mendapatkan kesempatan berada di sini,” tulis Messi.
Messi pertama kali dipanggil ke Timnas Argentina pada 2005 ketika masih berusia 18 tahun oleh Jose Nestor Pekerman.
Dalam 21 tahun karier internasionalnya, Messi mencatatkan 207 penampilan dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Argentina dengan koleksi 125 gol.
Selain Piala Dunia 2022, Messi juga mempersembahkan dua gelar Copa America pada 2021 dan 2024.
Perjalanan tersebut membuat posisi Messi di hati masyarakat Argentina berubah drastis.
Pada awal kariernya, Messi sempat kesulitan mendapatkan tempat yang sama di hati publik seperti legenda Diego Maradona. Kritik bahkan terus mengiringinya ketika Argentina gagal meraih trofi.
Namun, semua berubah setelah Messi akhirnya membawa Argentina meraih gelar demi gelar.
Di Maria: Terima Kasih Sudah Memilih Argentina
Keputusan Messi memilih Argentina juga mendapat penghormatan dari mantan rekan setimnya, Angel Di Maria.
Messi sebenarnya memiliki kesempatan membela Spanyol setelah pindah ke Catalonia pada usia 13 tahun untuk bergabung dengan Barcelona. Namun, ia memilih tetap membela negara kelahirannya.
“Kami akan selamanya berterima kasih kepadamu karena telah menjadi orang Argentina dan telah membawa Argentina ke puncak dunia,” ujar Di Maria.
“Karena telah memilih menjadi orang Argentina ketika sebenarnya kamu bisa memilih yang lain. Terima kasih untuk semuanya.”
FIFA juga memberikan penghormatan kepada Messi. Presiden FIFA Gianni Infantino menyebutnya sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki sepak bola dan berterima kasih atas kebahagiaan yang telah diberikannya kepada jutaan penggemar.
Sementara itu, Presiden Argentina Javier Milei menyampaikan pesan singkat melalui media sosial.
“Terima kasih banyak, pria luar biasa.”
Bagi Argentina, pensiunnya Messi bukan sekadar kehilangan seorang pemain. Ini adalah berakhirnya sebuah era.