Luka yang Masih Membekas di Hati Lionel Messi

Lionel Messi berjabat tangan dengan Presiden FIFA Gianni Infantino di hadapan Donald Trump
Sumber :
  • REUTERS/Hannah Mckay

VIVA – Lionel Messi akhirnya mengambil keputusan besar. Megabintang Argentina tersebut mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional setelah membawa Albiceleste kembali mencapai final Piala Dunia 2026.

img_title Lisandro Martinez Semprot Manajemen MU, Roy Keane: Klub Ini Kayak Sirkus!

Keputusan tersebut terasa semakin emosional karena Messi baru saja mengalami kekalahan menyakitkan dari Spanyol pada partai puncak Piala Dunia 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Argentina takluk 0-1 dari Spanyol dalam final yang berlangsung di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey. Kekalahan itu membuat Messi gagal mengulangi kesuksesan empat tahun sebelumnya ketika mengantarkan Argentina menjadi juara dunia di Qatar.

img_title Cristiano Ronaldo Dikritik Habis-habisan Legenda Bayern Munchen: Messi Lebih Baik

Melalui unggahan di Instagram pada Senin, Messi mengungkapkan bahwa keputusan meninggalkan Timnas Argentina bukan sesuatu yang mudah.

“Ini adalah keputusan yang menyakitkan dan masih terasa sangat dalam di jiwa saya, tetapi saya memahami bahwa inilah waktu yang tepat,” tulis Messi di Instagram.

img_title Kata Ronaldo usai Messi Pensiun dari Timnas Argentina

Messi menegaskan bahwa dirinya selalu memberikan seluruh kemampuan ketika mengenakan jersey Argentina. Bukan hanya ketika La Albiceleste mulai meraih berbagai trofi dalam beberapa tahun terakhir, tetapi juga ketika dirinya harus melewati periode sulit.

“Saya bersumpah selalu memberikan segalanya, bukan hanya dalam beberapa tahun terakhir ketika kami memenangkan segalanya, tetapi juga sebelumnya. Saya selalu berjuang dan memberikan seluruh kemampuan saya untuk seragam ini,” lanjutnya.

Tangis Messi Setelah Gagal Juara Dunia

Piala Dunia 2026 sebenarnya menjadi turnamen luar biasa bagi Messi.

Pemain berusia 39 tahun itu membawa Argentina kembali ke partai final dengan kontribusi delapan gol serta dua assist. Salah satu penampilan terbaiknya terjadi ketika Argentina menghadapi Inggris di semifinal.

Messi turut menjadi bagian dari comeback dramatis yang membawa Argentina lolos ke final.

Namun, perjuangan panjang tersebut akhirnya terhenti di tangan Spanyol.

Usai pertandingan, Messi terlihat menangis ketika menerima medali runner-up. Ia mengakui rasa sakit akibat kekalahan tersebut sangat besar dan membutuhkan waktu lama untuk pulih.

Kondisi emosional Messi juga semakin berat setelah sang ayah, Jorge, meninggal dunia pada Agustus.

Saat itu, Messi sempat mengungkapkan keraguannya untuk terus bermain sepak bola dalam waktu lama.

“Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan tanpa Anda, saya tidak tahu bagaimana melanjutkan hidup. Saya hanya bermain sepak bola, dan sekarang saya benar-benar ragu apakah akan terus melakukannya dalam waktu yang lama,” ujar Messi ketika itu.

Kini, Messi benar-benar memilih mengakhiri perjalanannya bersama Argentina.

Messi Serahkan Tongkat Estafet

Dalam pernyataannya, Messi menyadari bahwa waktunya bersama Timnas Argentina telah tiba di penghujung perjalanan.

“Saya mencintai, dulu mencintai, dan akan selalu mencintai berada di tim nasional. Saya sudah memberikan semua yang saya miliki, tidak ada lagi yang bisa saya berikan. Selain itu, ada sejumlah pemain muda berbakat yang datang dan mereka pantas mendapatkan kesempatan berada di sini,” tulis Messi.

Messi pertama kali dipanggil ke Timnas Argentina pada 2005 ketika masih berusia 18 tahun oleh Jose Nestor Pekerman.

Dalam 21 tahun karier internasionalnya, Messi mencatatkan 207 penampilan dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Argentina dengan koleksi 125 gol.

Selain Piala Dunia 2022, Messi juga mempersembahkan dua gelar Copa America pada 2021 dan 2024.

Perjalanan tersebut membuat posisi Messi di hati masyarakat Argentina berubah drastis.

Pada awal kariernya, Messi sempat kesulitan mendapatkan tempat yang sama di hati publik seperti legenda Diego Maradona. Kritik bahkan terus mengiringinya ketika Argentina gagal meraih trofi.

Namun, semua berubah setelah Messi akhirnya membawa Argentina meraih gelar demi gelar.

Di Maria: Terima Kasih Sudah Memilih Argentina

Keputusan Messi memilih Argentina juga mendapat penghormatan dari mantan rekan setimnya, Angel Di Maria.

Messi sebenarnya memiliki kesempatan membela Spanyol setelah pindah ke Catalonia pada usia 13 tahun untuk bergabung dengan Barcelona. Namun, ia memilih tetap membela negara kelahirannya.

“Kami akan selamanya berterima kasih kepadamu karena telah menjadi orang Argentina dan telah membawa Argentina ke puncak dunia,” ujar Di Maria.

“Karena telah memilih menjadi orang Argentina ketika sebenarnya kamu bisa memilih yang lain. Terima kasih untuk semuanya.”

FIFA juga memberikan penghormatan kepada Messi. Presiden FIFA Gianni Infantino menyebutnya sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki sepak bola dan berterima kasih atas kebahagiaan yang telah diberikannya kepada jutaan penggemar.

Sementara itu, Presiden Argentina Javier Milei menyampaikan pesan singkat melalui media sosial.

“Terima kasih banyak, pria luar biasa.”

Bagi Argentina, pensiunnya Messi bukan sekadar kehilangan seorang pemain. Ini adalah berakhirnya sebuah era.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti yang dirasakan masyarakat Argentina setelah era Diego Maradona berakhir, kini mereka kembali harus bersiap menjalani sepak bola tanpa sosok yang selama lebih dari dua dekade menjadi wajah utama La Albiceleste.

Messi pergi setelah memberikan hampir seluruh yang bisa ia berikan. Ia meninggalkan Argentina dengan gelar Piala Dunia, dua Copa America, rekor 207 penampilan, dan 125 gol. Sebuah warisan yang membuat namanya hampir pasti abadi dalam sejarah sepak bola Argentina.

Pemain Persib Bandung, Mariano Peralta

Dulu Gacor di Borneo FC, Performa Mariano Peralta Anjlok Drastis di Persib

Sempat berstatus pemain terbaik, Mariano Peralta kini disorot usai bikin blunder fatal dan mencatatkan performa anjlok di awal musim bersama Persib Bandung.

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut