Curhat 'Si Kacang Polong Kecil' Usai Dibuang MU

Sumber :
  • REUTERS
VIVA.co.id
- Striker Bayern Leverkusen, Javier 'Chihcarito' Hernandez, tampaknya belum bisa memaafkan mantan klubnya, Manchester United. Chicharito mengaku masih terkenang masa-masa sulitnya selama berseragam MU.

Chicharito bergabung ke MU pada 2010 silam. Penampilan di musim pertamanya, terbilang gemilang karena mampu mencetak 20 gol dan membawa Setan Merah meraih gelar Premier League.

Setelahnya, pemain asal Meksiko tersebut mulai menemui jalan buntu selama berkarir di MU. Dia sering menjadi penghangat di bangku cadangan dan tampil sebagai pemain pengganti.

Meski begitu, Chicharito kerap menjadi penyelamat MU lewat gol-golnya. Julukan supersub pun lekat kepadanya.

Titik terendah karir Chicharito di Setan Merah adalah saat Louis van Gaal duduk di kursi manajer pada musim 2014/15. Saat itu, Chicharito dipinjamkan Van Gaal ke Real Madrid.

Dan akhirnya, pada musim panas 2015 lalu, bomber 27 tahun tersebut dijual ke Leverkusen. Kepindahan Chicharito ke Leverkusen ternyata membawa berkah.

Chicharito kerap menjadi starter. Performanya pun menanjak. Buktinya, sudah 19 gol yang dicetak dari 22 laga di semua kompetisi.

MU Mainkan Mkhitaryan Lagi, Mourinho Tidak Puas
"Inilah yang saya rindukan dalam 2 hingga 3 tahun terakhir, ketika saya jarang bermain dan kerap di bangku cadangan. Tapi, sekarang ini saya main di banyak pertandingan untuk klub. Kondisi ini yang saya butuhkan," kata Chicharito seperti dikutip Orlando Sentinel.

Sudah Jadi Pemain MU, Pogba Masih Dibelikan Rumah Juventus
"Karena terkadang orang berpikir kepercayaan diri muncul dari gol, saya tak setuju akan hal itu. Saya pikir kepercayaan diri muncul karena bermain dari hari ke hari demi mendapatkan ritme bermain," lanjutnya.
Manajer Manchester United, Jose Mourinho

Rekor Buruk Mourinho di MU

Dari dua manajer sebelumnya, Mourinho memiliki rekor terburuk.

img_title
VIVA.co.id
4 November 2016