Kesal dengan Wasit, Pelatih PSM Makassar Gebrak Meja saat Konferensi Pers

Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares
Sumber :
  • VIVA/Dede Idrus

Bandung – Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares geram dengan kepemimpinan wasit Gedion Dapaherang di laga melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Senin 4 Desember 2023. Bernardo menyebut keputusan wasit banyak yang merugikan timnya. Duel ini berakhir imbang tanpa gol.

Prediksi Pertandingan Liga 1: RANS Nusantara FC vs Persib Bandung

Pelatih berkebangsaan Portugal tersebut bahkan meluapkan kekecewaan terhadap wasit dengan menggebrak meja saat konferensi pers dan menunjukkan video rekaman pertandingan kedua tim.

Dia melihat pertandingan kedua tim sebenarnya berjalan seru dan menarik, tetapi sayangnya harus dikotori keputusan wasit yang keliru. Bernardo juga menyayangkan banjir kartu kuning yang didapat anak asuhnya.

Terpopuler: Menagih Janji Prabowo Kasih Rp1 Miliar ke Semen Padang, Shin Tae-yong Panggil 27 Pemain

"Awalnya ini adalah laga yang bagus apalagi dengan atmosfer dari suporter Persib. Kami pun mengawali laga dengan baik, kami tahu Persib adalah tim bagus, mereka ada di posisi kedua, tapi hari ini, enam kartu kuning, siapa yang melihat tim kami seperti kami sedang berperang di Palestina," ujar Bernardo usai laga.

Berbeda dengan perlakuan terhadap tuan Rumah Persib Bandung. Di mana, ketika Marc Klok masuk ke lapangan tanpa izin, wasit justru tidak memberikan kartu kuning.

PSBS Biak Promosi, Siap-siap Ongkos Mahal ke Biak! Jumlahnya Bikin Tercengang

Duel Persib Bandung vs PSM Makassar

Photo :
  • Twitter: PSM Makassar

"Apa yang terjadi di lapangan? Apa ini? Ini perbedaan yang mencolok. Marc Klok, mengganti sepatu di depan wasit harusnya kartu kuning, keadaan foul serupa, kami dapat kartu kuning, kalian nonton ya," lanjutnya.

Bernardo memastikan tidak ada masalah dengan tim Persib. Namun, di laga tersebut wasit tidak bekerja dengan baik. Hal ini seharusnya menjadi catatan federasi untuk memperbaiki wasit di Liga 1.

"Kita mau adalah berkembang langkah demi langkah dan kami tentu respek pada wasit dan lawan, saya tidak ada masalah dengan Persib, wasit tentu tidak respek dengan kita, jika pelatih tidak bagus out, jika pemain tidak bagus dicoret, tapi wasit, setelah 21 laga ini tidak bagus," terangnya.

"Jika ingin sepak bola bagus, perbaiki wasit, setelah sekian lama, dari Indonesia untuk performa gak akan naik karena hal seperti ini, termasuk di tingkat internasional," lanjutnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya