Bursa Ketum PSSI Kembali Dibuka 12 April

Kongres PSSI
Kongres PSSI
Sumber :
  • Zika Zakiya/VIVAnews

VIVAnews - Komite Normalisasi akan segera mempersiapkan proses pemilihan kepengurusan baru PSSI periode 2011-2015. Bursa pendaftaran bakal calon ketua umum mulai dibuka 12 April 2011.

Ini merupakan salah satu poin yang dihasilkan dalam rapat Komite Normalisasi di kantor PSSI, Senayan, Rabu, 6 April 2011. Rapat ini dipimpin langsung oleh ketua Komite Normalisasi, Agum Gumelar.

"Untuk pemilihan Ketua Umum PSSI sudah dibahas dan rencana sudah dibuat. Rencananya tanggal 12 April mulai dibuka pendaftaran calon ketum PSSI" ujar Agum Gumelar di kantor PSSI, Rabu, 6 April 2011.

Menurut Agum, FIFA telah menetapkan jadwal pemilihan pengurus baru PSSI periode 2011-2015 paling lambat 21 Mei 2011. Ini merupakan jadwal baru yang dikeluarkan FIFA paska kegagalan Kongres PSSI, 26 Maret 2011.

Sebelumnya FIFA telah menolak empat nama untuk maju sebagai calon ketua umum PSSI karena telah ditolak oleh komite banding. Mereka adalah Nurdin Halid, Nirwan Bakrie, George Toisutta, dan Arifin Panigoro.

Selain penyelenggaraan Kongres PSSI, Komite Normalisasi juga diminta punya dua misi lainnya. Masing-masing adalah mengenai kelanjutan nasib Liga Primer Indonesia (LPI) dan melaksanakan tugas keseharian PSSI.

Mengenai status LPI, Komite Normalisasi menurut Agum belum bisa menentukan sikap. "Ada dua alternatif, menarik LPI ke bawah pengawasan PSSI atau menghentikan kegiatan LPI" ujar Agum.

Agum mengatakan, sebelum memutuskan soal LPI, pihaknya akan memanggil penggagas dan pengelola LPI terlebih dulu. "Setelah hearing dilakukan, baru mengambil keputusan dan solusi yang tepat dan bijak," ujar Agum.

Sementara terkait dengan misi ketiga, Agum mengaku akan melibatkan semua pihak yang selama ini ikut berperan. Mantan ketua KONI dan PSSI itu juga akan menampung aspirasi dari semua pihak.

"Kegiatan harian tetap berjalan dan kami akan mengakomodir aspirasi semua pihak karena kami mengusung misi rekonsiliasi dan tidak akan mengutak-utik masalah emosional yang lalu, kita melihat ke depan," kata Agum. (SJ)