Rupiah Melemah, Sofjan Wanandi: Tunggu Jokowi Dilantik

Ketua Umum Asosiasi pegusaha Indonesia Sofjan Wanandi menjadi pembicara pada serial diskusi DPP PKB di Jakarta, Rabu (11/06/2014).
Sumber :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

VIVAnews - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi, Kamis 2 Oktober 2014, menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi beberapa hari belakangan ini tidak bisa dikaitkan dengan isu pengesahan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.632 saat Pasar Respons Positif Pelantikan Destry dan Perang Iran-AS Kembali Memanas

Pada Jumat pekan lalu, DPR RI mengesahkan UU Pilkada yang di dalamnya mengatur ketentuan penyelenggaraan Pikada dilakukan secara tidak langsung alias melalui perwakilan rakyat di lembaga legislatif atau DPRD.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ditengarai, keputusan parlemen berdasarkan hasil voting ini, mendapat sorotan investor global dan menimbulkan keresahan terkait Koalisi Indonesia Hebat sebagai pendukung utama presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo - Jusuf Kalla tak mampu membendung langkah kubu oposisi yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih.

img_title Cadangan Devisa di Akhir Agustus 2026 Capai US$146 Miliar, Bos BI Ungkap Kapasitasnya untuk Perkuat Rupiah

Sofjan menampik anggapan bahwa penurunan nilai tukar rupiah dalam sepekan terakhir disebabkan sentimen negatif terhadap isu politik dalam negeri ini. Isu utama yang membuat rupiah tertekan adalah pengetatan stimulus moneter AS.

"Unsur dalam dan luar bermain. Ini yang bikin rupiah melemah. Perdagangan kita defisit," ujar Sofjan kepada VIVAnews.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.702 Dibayangi Inflasi Pangan dan Kembali Memanasnya Perang Iran-AS

Selain itu, ia melanjutkan, negara-negara lain di kawasan negara berkembang pun turut mengalami depresiasi nilai tukar mata uangnya masing-masing terhadap dolar AS dalam menghadapi isu gejala pemulihan ekonomi AS.

Oleh karena itu, menurut Sofjan, tidak bisa dikatakan bahwa kekalahan Koalisi Indonesia Hebat di parlemen dalam pengesahan UU Pilkada telah menimbulkan kekecewaan investor dan memicu pelemahan nilai tukar rupiah.

"Kalau kecewa belum. Mereka tunggu pelantikan Jokowi (sapaan Joko Widodo). Kita juga tahu, Jokowi tidak bisa dibilang enggak bikin apa-apa, dia belum duduk di pemerintah," kata Sofyan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengharapkan pasar modal dan keuangan tidak pesimistis terhadap arah perubahan yang positif di Indonesia setelah Joko Widodo - Jusuf Kalla dilantik dan resmi menjabat sebagai kepala negara RI.

"Nanti di pemerintahan lihat apakah banyak perbaikan dan terobosan. Kalau belum duduk, you mau bikin apa? Jadi, kita tunggu," kata Sofyan. (art)

Uang dolar AS dan rupiah.

Rupiah Melemah ke Rp 17.650 saat Pendapatan Kelas Menengah RI Anjlok dan Tensi Iran-AS Kembali Melonjak

Hingga pukul 09.01 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.650 per dolar AS. Posisi itu melemah 8 poin atau 0,05 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.642 per dolar AS.

img_title
VIVA.co.id
7 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut