Ini Dampak ke Premier League Jika Inggris Bukan Anggota UE

Kiper Manchester United, David De Gea.
Sumber :
  • Reuters / Phil Noble

VIVA.co.id – David De Gea, N'Golo Kante, Dimitri Payet, dan Hector Bellerin, terpilih masuk daftar tim Premier League Terbaik versi Asosiasi Pemain Profesional (PFA). Tapi, jika Inggris akhirnya memutuskan ke luar dari Uni Eropa (UE), keempat pemain itu tak bisa lagi memenuhi kualifikasi, untuk bisa bermain di Premier League.

img_title Uni Eropa Diminta Menanggung Biaya Pengungsi Ukraina

Dilansir dari Sunsports, Rabu 11 Mei 2016, saat ini masyarakat dalam wilayah ekonomi Eropa, yaitu 28 negara anggota UE ditambah Liechtenstein, Norwegia dan Islandia, bebas bekerja di Inggris. Situasi dapat berubah tergantung pada hasil pemungutan suara pada 23 Juni 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diperkirakan hampir dua pertiga dari sekitar 150 pemain Eropa di Premier League, termasuk Kante, Payet, De Gea dan Bellerin, tidak bakal memenuhi kriteria. Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) bakal menerapkan kriteria lebih ketat dalam pemberian izin kerja, jika Inggris keluar dari UE.

img_title Ukraina Minta Masuk Uni Eropa, Slovenia Dukung Diproses Cepat

Kante, Payet dan De Gea, belum memainkan cukup banyak pertandingan di timnas senior, dalam dua tahun terakhir. Sementara itu, Bellerin bahkan belum bisa tampil penuh untuk timnas Spanyol. Realitanya besar kemungkinan tidak bakal ada masalah.

Pemain Eropa yang sudah bekerja secara legal di Inggris, tidak akan sulit dalam memperoleh izin kerja. Implikasinya di masa depan yang dikhawatirkan, karena FA harus mengubah sistem transfer dan perekrutan manajer klub. Itu sebabnya FA, Premier League dan Football League, ingin agar Inggris bertahan di UE.

img_title 5 Hari Rusia Menggempur, Ukraina Melawan dengan Sengit Tangguh

Ketiganya tak boleh terseret ke politik, dengan menyatakan secara terbuka. Tapi, petinggi Premier League, Richard Scudamore, sudah mempertegas posisinya dalam pidato. "Saya yakin, Inggris harus tetap di UE dari perspektif bisnis," ujarnya.

Premier League kini menolak untuk berkomentar. FA bahkan jauh lebih ragu, untuk secara terbuka memperlihatkan sikap. Namun, CEO FA, Martin Glenn, pernah mengeluarkan kekhawatiran secara terbuka pada 2014. "Hal yang paling kami khawatirkan, jika ada referendum untuk keanggotaan UE dan kita memilih ke luar." (one)

Ladang minyak Exxon di di Pulau Sakhalin, Rusia.

UE Setop Pasokan, Rusia: Harga Minyak Bakal di Atas US$300 Per Barel

Uni Eropa akan membutuhkan lebih dari satu tahun untuk mengganti volume minyak yang diterimanya dari Rusia.

img_title
VIVA.co.id
8 Maret 2022
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut