Gerhana Bulan Total 2018, Latihan Temukan Planet Alien

Gerhana Bulan Total pada 16 Juli 2000
Sumber :
  • NASA Goddard Space Flight Center/Fred Espenak

VIVA – Gerhana Bulan Total 2018, yang langka pada hari ini, atau dikenal Super Blue Bloon Moon menyimpan potensi untuk mempelajari pencarian planet luar Tata Surya, atau planet alien. 

img_title Niat dan Tata Cara Sholat Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Ini Waktu Melaksanakannya!

Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Rhorom Priyatikanto menuturkan, momen Gerhana Bulan Total hari ini, bisa dijadikan untuk ajang berlatih menemukan dan mendeteksi planet alien. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita bisa latihan mengurai spektrum transmisi planet luar Tata Surya dengan cara mengurasi spektrum transmisi bumi yang diambil saat gerhana," tuturnya kepada VIVA, Rabu 31 Januari 2018. 

img_title Durasi Gerhana Bulan Total 3 Maret di Indonesia: 5 Jam 41 Menit

Dalam pencarian planet luar Tata Surya, Rhorom menjelaskan, memang salah satunya menggunakan prinsip gerhana, yaitu saat salah satu objek benda langit transit di depan induknya. 

Persiapan Melihat Gerhana Bulan Total

img_title Gerhana Bulan Total 3 Maret, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Khusuf

Dia menjelaskan, pada pengamatan gerhana bulan pengamatan secara spektroskopi sering kali dijadikan simulasi dalam mengamati atmosfer planet yang sedang transit di depan bintang induknya.

"Pengamatan spektroskopi atmosfer biasa dilakukan saat planet transit. Untuk mendapatkan spektrum 'transmisi' atmosfer planet itu. Spektrum transmisi itu analog dengan warna merah bulan saat gerhana," jelasnya. 

Baca juga: Tips lihat Gerhana Bulan Langka ala Ilmuwan NASA

Rhorom menuturkan, warna merah bulan pada momen Gerhana Bulan Total 2018 nanti malam, merupakan spektrum transmisi dari atmosfer bumi. 

Namun, pengamatan atmosfer planet dalam momen gerhana itu bukan berarti pencarian planet alien lebih mudah dilakukan. Sebab, proses pencarian planet luar Tata Surya ini memang butuh waktu yang panjang. Pendeteksian atmosfer hanyalah salah satu tahap saja. Masih ada tugas deteksi karakterisasi fisik. 

"Hal ini penting, demi menjawab apakah planet itu layak huni atau mendukung kehidupan. Pengamatan atmosfer planet dilakukan untuk mengetahui apakah di sana ada uap air, oksigen, atau gas penanda kehidupan lain," jelasnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gerhana Bulan Total akhir Januari ini akan disertai dengan Supermoon dan Blue Moon. Bahkan, gerhana ini disebut sebagai Blood Moon. 

Momentum Supermoon terjadi, lantaran pada 31 Januari 2018, bulan bakal berjarak terdekat dengan bumi (perigee), yakni 358.993 kilometer dari bumi. Hal ini menjadikan penampakan purnama akan lebih besar dari normalnya purnama atau dikenal istilah Supermoon. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut