Data Pengguna Bobol, Bos Facebook Menyesal

CEO dan Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg.
Sumber :
  • VIVAnews/Ikhwan Yanuar

VIVA – Chief Executive Officer Facebook, Mark Zuckerberg, mengaku sudah mengubah sejumlah aturan terkait berbagi data dengan aplikasi pihak ketiga.

img_title Jual-Beli Satwa Dilindungi Lewat Facebook Dibongkar Kemenhut, 7 Burung Langka Disita di Jayapura

Hal ini diungkapkannya pada Rabu, 21 Maret kemarin, sejak bobolnya data pribadi pengguna sekitar 50 juta orang dari Amerika Serikat oleh perusahaan konsultan politik yang berbasis di Inggris, Cambridge Analytica.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Zuckerberg akhirnya memecah keheningan selama lima hari dalam menghadapi skandal yang menyelimuti perusahaannya sepanjang pekan ini.

img_title Instagram hingga WhatsApp Kini Bisa Premium, Apa Bedanya?

Facebook.

Ia mengakui bahwa kebijakan yang memungkinkan penyalahgunaan data adalah "pelanggaran kepercayaan antara Facebook dan orang-orang yang berbagi data (pengguna) dengan perusahaannya, dan berharap Facebook untuk melindunginya."

img_title Hari Ini! Akun FB dan Instagram Anak Usia di Bawah 16 Tahun Mulai Dihapus

“Kami memiliki tanggung jawab untuk melindungi data Anda. Dan, jika kami tidak bisa maka kami tidak layak untuk melayani Anda,” kata Zuckerberg. menegaskan, dikutip Theguardian, Kamis, 22 Maret 2018.

Ia mencatat bahwa pihaknya telah mengubah beberapa aturan yang memungkinkan terjadinya pelanggaran. Zuckerberg mengaku telah berbuat kesalahan, sehingga "lebih banyak lagi pekerjaan yang harus dilakukan."

Ilustrasi Facebook.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Zuckerberg berjanji untuk menyelidiki dan mengaudit aplikasi yang mengakses data dalam jumlah besar dari pengguna Facebook sebelum perubahan pada platformnya pada 2014.

"Kami janji akan memberi tahu pengguna jika informasi pribadi mereka yang dapat diidentifikasi disalahgunakan oleh pengembang aplikasi. Karena, mencakup puluhan juta orang yang informasinya dibagi dengan Cambridge Analytica. Ini adalah pelanggaran besar terhadap kepercayaan masyarakat. Kami sangat menyesal bahwa kami tidak cukup bisa untuk mengatasinya," ungkap Zuckerberg.

Kepala Eksekutif Meta Mark Zuckerberg.

Meta Sok-sokan Jadi Polisi Malam: Batasi Remaja di Facebook dan Instagram tapi Ancam Data Pribadi Pengguna

Meta menyepakati janji dengan pemerintah negara bagian AS untuk memberlakukan jam malam dan batasan waktu otomatis pada akun remaja di Instagram dan Facebook.

img_title
VIVA.co.id
29 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut