Terancam Tewas, Kosmonot Rusia Diselamatkan Astronot AS

International Space Station
Sumber :
  • techshout.com

VIVA – Astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional atau ISS menghadapi masalah serius. Yakni, pasokan oksigen tidak dapat berfungsi dengan baik.

img_title Foto Bumi Hasil Jepretan iPhone 17 Pro Max, Menakjubkan

Melansir laman BGR, Jumat 16 Oktober 2020, masalah ini diketahui oleh kelompok Roscosmos baru dari Rusia. Mereka menemukan, jika pasokan Oksigen dari modul Zvevda ridak berfungsi dengan baik pada Rabu malam lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Permasalahan ini hadir saat pesawat asal Rusia, Soyuz baru mendarat di ISS untuk mengantarkan tiga peneliti baru. Namun nampaknya, masalah ini tidak terlalu membahayakan kru setempat. Sebab, masih ada sistem pasokan oksigen terpisah yang terletak di stasiun milik Amerika Serikat, yakni pada laboratorium yang mengorbit.

img_title Astronot Sakit, NASA Panik

Menurut laporan, perbaikan sistem akan dilakukan pada Kamis kemarin. Dari pernyataan Roscosmos, nampaknya memang tim tersebut tak terlalu khawatir.

Baca juga: Twitter Sempat Tumbang, Klaim Bukan Diretas

img_title Astronot Perempuan Pertama Indonesia, Pratiwi Sudarmono Jadi Inspirasi Film Pelangi di Mars

Sebelumnya, ISS juga pernah bermasalah yakni adanya kebocoran di stasiun itu. Kru antariksa Amerika dan Rusia selama beberapa waktu terus mencari letak kebocoran itu.

Kebocoran itu ditemukan pada sekitar bulan Agustus. Namun pihak Rusia menyatakan jika tidak ada ancaman bagi kehidupan serta kesehatan kru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Letak kebocoran nya juga sama, yakni di modul Zvevda. Kru ISS mengetahuinya menggunakan kantong teh yang melayang menuju lokasi tersebut.

"Kami percaya telah mengidentifikasi masalah kebocoran. Kami mendistribusikan kantong teh (di dalam modul Zvevda) sebelum menutup ruangannya," ujar Kosmonot, Anatoly, dikutip laman TASS.

Astronot NASA yang akan ke Bulan.

Setelah 'Berlayar' Cukup Jauh, Astronot NASA Balik Kandang

Keempat astronot Artemis II milik NASA pernah mencapai titik terjauh dari Bumi yang belum pernah dicapai manusia lain sebelumnya, yakni sejauh 406.778 kilometer.

img_title
VIVA.co.id
8 April 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut