Astronot Sakit, NASA Panik

Astronot.
Sumber :
  • Innovation News Network

Jakarta, VIVA – Misi SpaceX Crew-11 ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) akan dipersingkat dan para astronot akan kembali ke Bumi lebih awal dari jadwal, karena salah satu dari mereka membutuhkan perawatan medis, demikian diumumkan oleh Direktur Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA, Jared Isaacman.

img_title NASA Bagikan Potret Karhutla Kalimantan, Ungkap Mengapa Api Sulit Dipadamkan

Tim beranggotakan empat orang tersebut telah melakukan penelitian di atas ISS sejak Agustus dan diperkirakan akan tetap berada di sana hingga bulan depan, setelah periode serah terima setelah kedatangan misi Crew-12.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tanggal 7 Januari kemarin, seorang anggota kru di ISS mengalami masalah medis dan sekarang kondisinya stabil,” kata Isaacman, seperti dikutip dari situs Russia Today, Minggu, 11 Januari 2026.

img_title Celah Keamanan NASA Ditemukan Pakar Siber Indonesia

Ia juga telah mengambil keputusan bahwa demi kepentingan terbaik para astronot NASA, maka Crew-11 harus dipulangkan lebih awal dari jadwal keberangkatan.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan dan Medis NASA, JD Polk, mencatat bahwa ini bukanlah evakuasi darurat tetapi menggunakan "seluruh perlengkapan" medisnya untuk mendiagnosis astronot tersebut setelah mereka kembali ke Bumi.

img_title Donald Trump Ingin AS Mampu Luncurkan dan Daratkan Roket 1.000 Kali Setahun

Menurutnya, NASA saat ini sedang "mengevaluasi jadwal mereka" untuk peluang peluncuran lebih awal untuk misi Crew-12, yang sebelumnya dijadwalkan pada pertengahan Februari 2026.

Para anggota Crew-11 – Kosmonot Roscosmos Oleg Platonov, Astronot NASA Zena Cardman dan Mike Fincke, serta Astronot Jepang Kimiya Yui – diperkirakan akan mendarat di lepas pantai California, AS, pada Kamis, 15 Januari 2026, dengan syarat kondisi cuaca memungkinkan.

Sementara itu, ISS akan dipelihara oleh Kosmonot Sergey Kud-Sverchkov dan Sergei Mikaev, serta Astronot Chris Williams, yang diluncurkan ke stasiun tersebut dengan pesawat Soyuz MS-28 Rusia pada November 2025.

Roscosmos dan NASA sepakat untuk memperpanjang kerja sama luar angkasa dan operasi bersama di atas ISS pada Juli 2025, menjelang peluncuran misi Crew-11.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Stasiun luar angkasa internasional (ISS) ini, yang terbesar yang pernah dibangun, telah mengorbit Bumi sejak 1998.

Hingga kini, ISS terus berfungsi sebagai platform penelitian ilmiah internasional yang unik meskipun bertahun-tahun dilanda ketegangan politik terkait konflik Ukraina.

Tampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.

Erupsi Anak Krakatau Terekam NASA, Begini Penampakan dari Angkasa

Lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA ikut menyoroti aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Baru-baru ini NASA juga merilis penampakan erupsi Anak Krakatau

img_title
VIVA.co.id
10 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut