Bumi Punya Samudra Baru

Ilustrasi samudra
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Bumi akhirnya memiliki samudra kelima yang dinamakan Samudra Selatan, setelah diputuskan oleh National Geographic Society. Samudra baru ini melengkapi empat samudra lainnya, yakni Samudra Atlantik, Samudra Pasifik, Samudra Hindia dan Samudra Arktik.

img_title Harga Minyak Dunia Bisa Melonjak Imbas Ketidakpastian Geopolitik, Begini Strategi Purbaya Atur Anggaran

Saat peringatan Hari Laut Sedunia yang jatuh pada 8 Juni 2021, diumumkan bahwa label Samudra Selatan akan menjadi samudra kelima di peta planet Bumi. Sebenarnya para ilmuwan telah lama mengakuinya, tapi karena tidak pernah ada kesepakatan internasional, National Geographic tidak pernah secara resmi mengakuinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ahli geografi, Alex Tait dalam situs web National Geographic menyebut salah satu dampak terbesarnya adalah pada pendidikan. Siswa mempelajari informasi tentang dunia laut melalui samudra. Jika tidak memasukkan Samudra Selatan, maka pelajar tidak bisa mempelajarinya secara spesifik.

img_title Mantan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga Meninggal Dunia

Dilansir dari Livescience, Kamis 17 Juni 2021, National Geographic mulai membuat peta pada tahun 1915, tetapi masyarakat hanya secara resmi mengakui empat samudera, yang mereka definisikan berdasarkan benua yang berbatasan dengannya.

Sebaliknya, Samudra Selatan tidak ditentukan oleh benua yang mengelilinginya, tetapi oleh Antarctic Circumpolar Current (ACC) yang mengalir dari barat ke timur. Para ilmuwan berpikir ACC diciptakan 34 juta tahun yang lalu ketika benua Antartika terpisah dari Amerika Selatan, memungkinkan air mengalir tanpa hambatan.

img_title Hati-hati! Kualitas Udara Jakarta Sabtu Pagi Masuk 10 Besar Terburuk di Dunia

Saat ini, ACC mengalir melalui semua perairan yang mengelilingi Antartika hingga sekitar 60 derajat selatan, kecuali untuk Lintasan Drake dan Laut Scotia, yang keduanya berada di antara South America's Cape Horn dan Semenanjung Antartika..

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perairan ACC lebih dingin dan tidak terlalu asin dibanding air laut di utara. ACC menarik air dari Samudra Atlantik, Pasifik, dan India untuk membantu mendorong conveyor belt global yang membawa panas ke seluruh planet. Air padat dingin ACC tenggelam dan membantu menyimpan karbon di laut dalam.

Istilah Samudra Selatan telah digunakan untuk menggambarkan perairan di dasar dunia sejak pertama kali dilihat oleh penjelajah Spanyol, Vasco Nunez de Balboa pada awal abad ke-16. Penyebutan itu berlanjut karena lautan menjadi rute vital bagi komunikasi dan perdagangan internasional pada abad-abad berikutnya.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya Pastikan Anggaran Masih Cukup Hadapi Lonjakan Harga Minyak Dunia di Atas US$100 Per Barel

Purbaya memastikan, anggaran negara masih cukup dalam menghadapi lonjakan harga minyak dunia, yang dikabarkan telah melampaui angka US$100 per barel imbas konflik Iran-AS

img_title
VIVA.co.id
10 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut