Arti Pemanasan Global Lengkap dengan Penyebab dan Akibatnya
- Independent
VIVA – Pemanasan global merupakan salah satu ancaman serius bagi bumi serta makhluk hidup yang ada di dalamnya. Para ilmuan saat ini tengah mendalami pola cuaca yang terjadi di kutub utara. Karena pad tahun lalu, wilayah Siberia yang terkenal dengan cuaca ekstremnya pernah mencapai suhu 38 derajat celcius.
Padahal wilayah itu merupakan wilayah kutub dengan suhu paling dingin mencapai minus 49 derajat celcius. Terbayangkan oleh kita jika wilayah kutub utara dapat mencapai suhu sepanas itu. Hal ini karena pemanasan global yang terjadi di dunia.
Namun, perlu diketahui juga bahwa makhluk hidup yang ada di bumi membutuhkan panas untuk dapat bertahan hidup. Selain itu, suhu panas yang terdapat di bumi berasal dari pancaran sinar matahari. Seperti yang kita ketahui, bahwa Sebagian panas matahari tertahan oleh gas-gas yang terdapat di atmosfer. Nah, berikut pembahasan mengenai pemanasan global yang dikutip dari solarimpulse.com.
Lalu, apa pemanasan global?
Pengertian pemasan global
Pemanasan global adalah fenomena peningkatan suhu udara rata-rata di dekat permukaan bumi selama satu hingga dua abad terakhir. Sejak pertengahan abad ke-20 ilmuwan tengah mengumpulkan pengamatan rinci dari berbagai fenomena cuaca (seperti suhu, curah hujan, dan badai) dan pengaruh terkait pada iklim (seperti arus laut dan komposisi kimia atmosfer).
Data ini menunjukkan bahwa iklim bumi telah berubah di hampir setiap waktu dan pengaruh aktivitas manusia sejak awal Revolusi Industri telah terjalin sangat dalam ke dalam struktur perubahan iklim.
Pada tahun 2013 IPCC melaporkan bahwa selang waktu antara tahun 1880 dan 2012 terjadi peningkatan suhu rata-rata global sekitar 0,9 °C (1,5 °F). Peningkatannya mendekati 1,1 °C (2,0 °F) bila diukur relatif terhadap suhu rata-rata pra-industri (yaitu, 1750–1800).
Penyebab pemanasan global
Berikut adalah beberapa akibat yang didokumentasikan dalam Laporan Khusus Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim tentang Pemanasan Global:
1. Tentang keanekaragaman hayati
Peningkatan suhu dan pergolakan iklim mengganggu ekosistem, mengubah kondisi dan siklus perkembangbiakan tumbuhan. Kelangkaan sumber daya dan perubahan iklim mengubah kebiasaan hidup dan siklus migrasi hewan. Kita sudah menyaksikan hilangnya banyak spesies - termasuk spesies endemik - atau, sebaliknya, intrusi spesies invasif yang mengancam tanaman dan hewan lainnya.