Makar Jadi Kata Paling Dicari Masyarakat Indonesia di Google

Gerakan Selamatkan NKRI akan gelar aksi di Gedung MPR, Jakarta.
Sumber :
  • Bayu Nugraha

VIVA.co.id – Kepolisian telah menangkap sepuluh aktivis dan menjadikan mereka tersangka dengan tiga tudingan yang berbeda.

img_title Pemerintah Siapkan 2.882 Kuota Mudik Gratis ke 10 Kota Sambut Nataru, Cek Daftarnya!

Tujuh orang, yaitu Eko, Brigjen (Purn) TNI Adityawarman Thaha, Mayjen (Purn) TNI Kivlan Zein, Firza Huzein, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Sri Bintang Pamungkas dijerat dengan Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP, tentang pemufakatan jahat untuk melakukan makar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara, Ahmad Dhani dijerat dengan pasal 207 KUHP terkait penghinaan terhadap penguasa. Sementara untuk dua orang lainnya, yaitu Jamran dan Rizal Kobar, dikenakan Pasal 28 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

img_title Antisipasi Puncak Arus Mudik Nataru, Pemerintah Siapkan Kebijakan WFA 3 Hari

Sejak penangkapan terhadap sepuluh orang ini, kata 'makar' menjadi pencarian paling populer di Indonesia berdasarkan Google Trends, sepanjang hari ini, Jumat, 2 Desember 2016.

Berdasarkan analisa Google Trends pada pukul 23.00 WIB, pencarian kata makar mulai dicari pada pukul 06.20 WIB pagi tadi, dan terus meningkat sepanjang hari. Puncaknya, terjadi pada pukul 17.32 WIB, ketika kata ini mencapai titik tertitinggi popularitas, yang diukur berdasarkan nilai 0 - 100.

img_title Pemerintah Pastikan Tak Ada PHK Guru Non-ASN jika Tak Lulus CPNS

Masih berdasarkan program tersebut, kata 'makar' paling populer dicari oleh masyarakat di daerah Banten dengan nilai popularitas 100, kemudian DKI Jakarta dengan tingkat popularitas 91, selanjutnya Bangka Belitung dengan 90, Jambi 87, Jawa Barat 86, dan seterusnya Kalimantan Utara dan Sulawesi Tenggara. Kemudian diikuti daerah lainnya.

(mus)

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman

Dudung Tegaskan Pemerintah Hormati Kritik, tapi Ingatkan Peserta Demo soal Ini

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman menegaskan pemerintah menghormati aspirasi dan kritik yang disampaikan masyarakat.

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut