Tanggapan Terbuka Kelompok Bumi Datar untuk Kepala Lapan
- Creative Commons 1.0 Generic | Trekky0623
VIVA.co.id – Komunitas yang meyakini Bumi datar atau disebut Flat Earth masih belum puas dengan penjelasan dari Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, tentang Bumi bulat atau Globe Earth beberapa waktu lalu.Â
Dalam keterangannya di komentar Facebook Thomas Djamaluddin tersebut, kelompok Bumi datar menantang kepala Lapan untuk kembali menjelaskan secara mendalam teori Bumi bulat.Â
Kelompok ini menuliskan tanggapan atas diskusi mereka di kantor Lapan, Jakarta Timur, 30 Desember 2016 di forum fe101.freeforums.net. Kelompok ini mengaku penjelasan Thomas Djamaluddin belum menjawab pertanyaan mereka.
Untuk itu, kelompok ini mengeluarkan tanggapan terbuka untuk kepala Lapan yang diunggah anggota forum bernama BossDarling.
Dalam tanggapan terbuka tersebut, kelompok Bumi datar ini membuka dengan menyoroti pernyataan Thomas Djamaluddin yang menyebut teori Bumi datar sebagai dongeng khayalan.Â
Kelompok tersebut 'menggugat' teori bentuk Bumi yang telah diajarkan dalam sebuah sistem. Teori bentuk Bumi yang diyakini banyak orang saat ini membuat semua orang merasa Bumi diam tak bergerak, permukaan air tak pernah melengkung.Â
"Tapi semua orang diajarkan sejak kecil bahwa Bumi berbentuk bola, berotasi dengan kecepatan 1.670 km/jam, mengelilingi Matahari dengan kecepatan 108.000 km/jam," tulis komunitas tersebut dalam tanggapan terbukanya dikutip Senin 9 Januari 2017.
Untuk menutupi kesenjangan itu, tulis kelompok Bumi datar, supaya logis maka diajarkan teori gravitasi yang mendukung Bumi punya daya tarik, sehingga tampak diam tak bergerak. Komunitas ini menyoroti kenapa kurikulum dan sistem dalam pendidikan tak mengajarkan esensi Relativitas Einstein. Padahal, ilmuwan lainnya Isaac Newton, yang dinyatakan telah keliru soal Bumi tak punya daya hisap.Â
Kelompok ini juga mengkritik rujukan sumber kebenaran untuk teori Bumi bulat yang selama ini memakai foto Computer Generated Imagery (CGI) atau gambar yang dibuat komputer .Â
Bagi kelompok tersebut, yang diinginkan mereka adalah pembuktian secara saintifik, bukan dengan foto-foto dan teori berdasarkan asumsi.Â
"Melainkan dengan pengukuran dan eksperimen kuantitaif, bukan kualitatif normatif," tulis kelompok tersebut.Â
'Sains modern' menurut kelompok Bumi datar, sengaja meninggalkan metode saintifik eksperimen, dan menggantinya dengan berbagai foto CGI yang mudah dimanipulasi.