Mengenal Sarin, Gas Saraf Mematikan
- REUTERS/Ammar Abdullah
Jika terkena sarin dalam bentuk cair, gejala dapat muncul dalam beberapa menit hingga 18 jam setelah mengonsumsi. Dengan sarin jenis ini, korban mengalami gejala lebih parah, seperti kejang-kejang, kemudian lumpuh, hilangnya fungsi pernapasan dan kemudian berujung kematian.Â
Riwayat sarin
Dari modus dan pola serangan senjata itu, kemungkinan senjata kimia yang digunakan adalah golongan agen saraf, zat yang langsung menyerang sistem saraf manusia. Dan sarin termasuk salah satunya. Dan zat pembunuh ini sesungguhnya sudah ada sejak berpuluh tahun lampau.Â
Agen saraf, secara tidak sengaja ditemukan ilmuwan era Nazi, yang mencoba membuat pestisida agar lebih efektif. Molekul dalam senjata ini dikenal sangat mirip dengan molekul yang paling umum dalam pestisida, senyawa organofosfat.
Cara agen saraf membunuh manusia sangat mirip dengan cara pestisida organofosfat membunuh serangga. Serangan gas sarin pernah terjadi di Suriah pada 2013.
Empat tahun lalu, dari gejala korban Suriah yang mengalami penyempitan pupil mata, ini mirip dengan gejala yang ditimbulkan dari sarin. Gejala ini yang juga ditemukan ilmuwan era Nazi. Hingga sejauh ini tidak ada senjata kimia dengan jenis gejala tersebut selain agen saraf.
Sebelum era 2010, gas sarin pernah digunakan di negeri Timur Tengah lainnya.Â
Gas sarin telah digunakan di Halabja, Irak, pada 1988 oleh rezim Saddam Husein. Gas beracun ini dilepaskan di atas kota Kurdi dan menewaskan 5.000 warga sipil selama tiga hari. Serangan teroris pada 1995 di Tokyo juga memakai zat ini. Insiden tersebut menewaskan 13 raga. (art)