Setelah WannaCry, Kini Muncul Ransomware Petya

Tampilan serangan ransomware Petya.
Sumber :
  • Hothardware

VIVA.co.id – Sebuah ransomware menyerang pengguna komputer dan menimbulkan kehebohan di seluruh dunia pada akhir pekan ini. Virus dari program jahat bernama WannaCry, alias Wanna Decryptor tersebut telah menyerang sistem komputer secara global.

img_title Mobil Anda Bisa Dikunci Hacker dari Jarak Jauh, Ini Ancamannya di 2026

Dan kini, muncul lagi serangan serupa, namun dengan nama yang berbeda, yakni ransomware Petya. Cara bekerja virus Petya mirip dengan WannaCry, yakni mengunci data-data pribadi yang ada di dalam komputer. Pemilik data nantinya diminta membayar tebusan untuk bisa mengakses data itu kembali.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah Indonesia saat ini terus memantau dan memitigasi pergerakan dari penyebaran virus Petya di Tanah Air. Notifikasi telah dikeluarkan oleh Indonesia Security Incident Response Team on Internet and Infrastructure/Coordination Center atau id-SIRTII/CC, pengawas keamanan jaringan telekomunikasi berbasis protokol internet.

img_title Bahaya Mengintai Pengguna NFC di Indonesia

Menurut keterangan dari laman Kominfo, Petya sejak beberapa hari terakhir ditemukan di wilayah Eropa dan Asia Selatan. Ukraina terdampak paling berat dari serangan tersebut, mencakup sektor publik kelistrikan sampai perbankan.

Sebagai antisipasi meluasnya insiden pada saat awal hari kerja pada hari Senin 3 Juli 2017 mendatang, maka Menkominfo, Rudiantara, dan Id-SIRTII/CC sedang bergerak untuk memberi peringatan dini dan mempersiapkan gerakan antisipatif/preventif ke semua masyarakat. (ase)
 

img_title AI Kini Dipakai Penjahat Siber, Ransomware Makin Pintar dan Sulit Dilawan
Ilustrasi hacker.

Serangan Siber Berubah di Era AI, Phishing hingga Ransomware Kini Lebih Sulit Dideteksi

Perkembangan AI membuat serangan siber seperti phishing, pencurian kredensial, dan ransomware semakin canggih. Bisnis perlu meningkatkan cyber resilience.

img_title
VIVA.co.id
13 Maret 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut