Ransomware Petya Disebar Bukan untuk Minta Tebusan?

Ilustrasi virus komputer.
Sumber :
  • Pixabay/geralt

VIVA.co.id – Saat ini para pengguna komputer di seluruh dunia sedang dibuat was-was oleh virus baru. Virus tersebut berbentuk ransomware, yakni program yang sengaja dibuat untuk memeras si pemilik komputer.

img_title Mobil Anda Bisa Dikunci Hacker dari Jarak Jauh, Ini Ancamannya di 2026

Pemilik harus membayar sejumlah uang, untuk bisa mendapatkan kembali data-data mereka yang telah diubah susunannya oleh ransomware tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ransomware yang dimaksud adalah generasi terbaru dari Petya, sebuah program virus yang pertama kali terdeteksi tahun lalu. Cara kerja Petya mirip dengan ransomware yang membuat heboh pengguna komputer beberapa waktu lalu, WannaCry.

img_title Bahaya Mengintai Pengguna NFC di Indonesia

Baik WannaCry maupun Petya memiliki tujuan sama, yakni mengeruk keuntungan. Namun, beredar kabar bahwa Petya generasi terbaru dirancang untuk keperluan yang berbeda, yakni sengaja untuk merusak data.

Dilansir dari laman Bitdefender, Kamis 29 Juni 2017, saat sebuah komputer terkena serangan Petya, maka akan muncul informasi mengenai permintaan sejumlah uang dalam bentuk Bitcoin.

img_title AI Kini Dipakai Penjahat Siber, Ransomware Makin Pintar dan Sulit Dilawan

Uang tersebut harus dikirim ke rekening pribadi si pembuat Petya. Hal ini berbeda dengan WannaCry, yang menggunakan banyak nomor rekening untuk keperluan pembayaran tebusan.

Pembuat Petya juga mewajibkan korban untuk mengirim bukti transfer ke sebuah alamat surat elektronik atau e-mail. Anehnya, alamat e-mail yang digunakan dikelola oleh sebuah penyedia layanan e-mail, bukan alamat khusus yang dikelola sendiri oleh pembuat Petya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Usai marak pemberitaan mengenai Petya generasi terbaru itu, penyedia layanan e-mail langsung menutup alamat tersebut, sehingga tidak lagi bisa diakses oleh pemiliknya. Hal itu mengakibatkan korban tidak bisa mengirim bukti pembayaran transfer, sehingga data-data mereka kecil kemungkinannya bisa diakses kembali.

Hal terakhir yang membuat banyak pihak percaya bahwa Petya versi baru itu sengaja disebar untuk membuat kekacauan adalah program yang digunakan untuk mengunci data tidak didesain agar bisa dipakai untuk mengembalikan data ke kondisi semula. Jadi, pembuat Petya harus mengirimkan program baru yang dirancang khusus untuk mengembalikan data yang dikunci ke kondisi awal. (one)

Ilustrasi hacker.

Serangan Siber Berubah di Era AI, Phishing hingga Ransomware Kini Lebih Sulit Dideteksi

Perkembangan AI membuat serangan siber seperti phishing, pencurian kredensial, dan ransomware semakin canggih. Bisnis perlu meningkatkan cyber resilience.

img_title
VIVA.co.id
13 Maret 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut