LAPAN Sudah Ogah Ladeni Pendukung Bumi Datar

Kantor LAPAN di Rawamangun, Jakarta Timur.
Sumber :
  • Facebook/LAPAN RI

VIVA – Interaksi pendukung teori bumi datar dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional atau LAPAN makin antiklimaks. Kelompok pendukung bumi datar dinilai sudah tak bisa diajak berdiskusi ilmiah, mereka selalu kukuh mengedepankan pengetahuan bumi dengan berdasarkan dogma dan teori konspirasi. 

img_title Teori Bumi Datar Tidak Benar, 5 Hal Nyata Buktikan Bumi Bulat

Sikap ngotot pendukung bumi datar itu membuat Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin membersihkan dan menghapus komentar kelompok tersebut dari grup Facebook. Selama berbulan-bulan, pendukung bumi datar meramaikan akun media sosial LAPAN dan menantang pembuktian teori bumi bulat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Thomas mengakui memang telah menghapus komentar pendukung bumi datar. Peneliti LAPAN itu berpandangan, penggemar bumi datar mendasarkan klaim mereka atas kepercayaan dogma bukan logika ilmiah. 

img_title Begini Nasib Kaum Bumi Datar Sekarang

"Mereka tidak paham dan tidak mau tahu fisika sehingga fenomena yang sederhana pun tidak bisa dipahami," ujar Thomas kepada VIVA.co.id, Kamis, 19 Oktober 2017. 

Profesor Riset Astronomi Astrofisika LAPAN itu menegaskan, dia dan LAPAN sudah menjelaskan dengan detail teori yang menguatkan bentuk bumi bulat kepada kelompok tersebut. Namun nyatanya, mereka tidak menerima informasi tersebut.   

img_title 5 Fakta yang Membungkam Mulut Besar Kaum Bumi Datar

"Bentuk bumi bulat, orbit bumi dan planet mengitari matahari, hingga keberadaan satelit sangat mudah dijelaskan dengan teori gravitasi. Tetapi mereka tidak paham itu dan menolak teori gravitasi. Mereka hanya percaya dengan 'teori' konspirasi," ujarnya. 

Thomas mengatakan, lantaran kelompok bumi datar tetap kukuh dengan klaim mereka itu, maka dia memutuskan untuk menghapus komentar mereka di grup media sosial. Langkah ini menurutnya bukan karena dia membenci kelompok tersebut, tapi penghapusan didasarkan atas asas manfaat. 

"Karena mereka bukan pada posisi belajar, tetapi berpegang pada dogma, jadi diskusi tidak ada. Yang ada adalah sikap 'ngeyel' yang kontraproduktif," jelasnya. 

Cerdaskan publik dengan sains

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dihubungi secara terpisah, Humas LAPAN,  Christianus Dewanto menegaskan, institusinya sudah berusaha keras untuk menyajikan fakta dan bukti ilmiah bawah bumi bulat kepada kelompok bumi datar. Namun karena pendukung teori itu tetap kukuh menolak penjelasan, maka kata dia, LAPAN mengaku sudah ‘angkat tangan’. 

"Kalau ngotot terus ya bagaimana. Kami enggak mau terus berpolemik, menghabiskan energi," kata Chris. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut