Dunia Geger, Ada Orangutan Jenis Baru Ditemukan di Sumatera
- Kemen LHK
VIVA – Tim peneliti gabungan menemukan spesies orangutan baru dunia di hutan Indonesia. Populasi spesies ini ditemukan di habitat terisolir di Ekosistem Batang Toru, Kabupaten Tapanuli, Sumatera Utara. Spesies itu bernama Orangutan Tapanuli atau dalam bahasa ilmiahnya Pongo Tapanuliensis.
Orangutan Tapanuli ditemukan gabungan peneliti dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Nasional (UNAS), dengan Yayasan Ekosistem Lestari Program Konservasi Orangutan Sumatra (YEL-SOCP) dan berbagai universitas lain di mancanegara, sejumlah tim peneliti yang bergerak di bidang genomik-genetika konservasi, morfologi, ekologi, serta perilaku primata
Dalam siaran pers resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup disebutkan, Jumat, 3 November 2017, hasil penelitian ini dilaporkan di dalam salah satu jurnal internasional terkemuka, Current Biology, di mana kategori jenis orangutan baru dengan nama ilmiah Pongo Tapanuliensis atau Orangutan Tapanuli dinobatkan sebagai spesies orangutan ketiga, setelah Pongo Pygmaeus (Orangutan Kalimantan) dan Pongo Abelii (Orangutan Sumatera).
Bukti pertama yang mengukuhkan Orangutan Tapanuli sebagai kategori spesies baru terlihat dengan terpaparnya perbedaan genetik yang sangat besar di antara ketiga jenis orangutan (melebihi perbedaan genetik antara gorila dataran tinggi dan rendah maupun antara simpanse dan bonobo di Afrika).Â
Orangutan Tapanuli  diduga merupakan keturunan langsung dari nenek moyang orangutan yang bermigrasi dari Dataran Asia pada masa Pleistosen (+ 3.4 juta tahun silam).
Perbedaan morfologi lain terlihat dari ukuran tengkorak dan tulang rahang lebih kecil dibandingkan dengan kedua spesies lainnya, serta rambut di seluruh tubuh Orangutan Tapanuli  yang lebih tebal dan keriting.Â
Pengukuran tengkorak dan tulang rahang ini dilakukan peneliti Anton Nurcahyo sebagai bagian dari studi doktoralnya yang sedang ia selesaikan di Australian National University (ANU) bersama dengan pakar taksonomi primata Prof. Dr. Colin Groves.Â
"Kami sangat terkejut sekaligus senang ketika menemukan ukuran tengkorak yang sangat berbeda secara karakteristik dibandingkan dengan spesies lainnya," kata Anton.
Berdasarkan studi perilaku dan ekologi, Orangutan Tapanuli  juga diketahui memiliki jenis panggilan jarak jauh/ long call (cara jantan menyebarkan informasi) yang berbeda serta jenis pakan unik dari jenis buah-buahan yang hanya ditemukan di Ekosistem Batang Toru.