Kenali Dua Pola Penyebaran Hoax yang Paling Populer

Warga melakukan aksi teatrikal saat mengkampanyekan Gerakan Anti Hoax di Solo, Jawa Tengah.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

VIVA – Pola penyebaran berita bohong atau hoax di media sosial masih sama. Beberapa di antaranya adalah memposting ulang foto atau video yang sudah ada sebelumnya, lalu dihubung-hubungkan dengan kejadian atau peristiwa baru.

img_title Polres Tangsel Diserang Hoax Saat Gencar Berantas Narkoba

“Hoax musibah bencana atau kecelakaan. Kecenderungannya foto maupun video di-recycle. Salah satunya musibah Lion Air JT 610," kata Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ferdinandus Setu, di Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 3 November 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mencontohkan beberapa informasi hoax di antaranya audio di kokpit dan foto-foto lama yang beredar sebelumnya. Akan tetapi dibuat seakan-akan itu merupakan bagian dari rangkaian kecelakaan Lion Air JT 610.

img_title Meutya Hafid Ungkap Fakta Mengejutkan soal Ruang Digital Indonesia

Meskipun kecelakaan Lion Air masih diselimuti beberapa hoax, namun jumlahnya dinilai jauh lebih sedikit. "Selama lima hari sudah delapan hoax yang berhasil diidentifikasi,” ungkap dia.

Ferdinandus membandingkan dengan penyebaran hoax di media sosial soal gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu. Ia menyebutkan, dalam satu hari, ada lebih dari 10 hoax yang tersebar di platform media sosial.

img_title Pertamina Patra Niaga Imbau Masyarakat dan Konsumen WASPADA HOAX, Pastikan Kebenaran Informasi

Selain itu, Ferdinandus menyebutkan ada kecenderung sejumlah akun yang diduga bot memposting hoax untuk banyak hal. Misalnya, postingan hoax tentang bencana atau penculikan anak, juga melancarkan serangan hoax ke pemerintah.

“Yang meningkat bot, terutama untuk politik. Melihat ada yang memposting bencana atau penculikan anak itu cenderung dari bot yang juga memposting hoax pemerintah saat ini,” kata dia.

Hoax BRI.

BRI Tegaskan Pengajuan KUR Tidak Ditawarkan Secara Online, Masyarakat Wajib Waspada Modus Penipuan

BRI menegaskan, seluruh proses pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI tidak pernah dilakukan melalui penawaran online menggunakan tautan tidak resmi maupun media sosial.

img_title
VIVA.co.id
18 Mei 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut