Praktisi IT Geregetan dengan Server KPU

Petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) memeriksa kelengkapan logistik Pemilu sebelum didistribusikan ke kelurahan di gudang logistik KPU Jakarta Pusat, GOR Tanah Abang, Jakarta
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Galih Pradipta

VIVA – Praktisi teknologi informasi, M. James Falahudin mengaku geregetan dengan sistem teknologi informasi Komisi Pemilihan Umum. James mengungkapkan, komunitas teknologi informasi di Indonesia sudah sering memberikan banyak masukan ke lembaga penyelenggara Pemilu tersebut. 

img_title Istri Andre Taulany Diduga Pernah Hina Prabowo Sakit Jiwa di Pilpres 2019

"Salah satu kasusnya, saat mereka enggak mampu itu malah dia matikan. Nah sebetulnya sejak itu terjadi kita komunitas IT sudah menyuarakan ayo KPU lakukan audit," ujar James di Jakarta, Selasa malam 16 April 2019. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Audit itu bisa dilakukan seperti audit keamanan dan forensik. James menuturkan, tujuan audit itu supaya mengetahui alasan masalah pada server KPU. 

img_title Keputusan Kontroversial MA: Batas Usia Calon Kepala Daerah di Pilkada 2024

Dia meyakini dari sisi teknologi informasi, sebenarnya kejadian seperti server down atau tumbang bisa diatasi oleh KPU. Alasannya dari segi finansial dan tool teknologi informasi sudah ada. 

"Ini masalah niat atau ada hal lain. Harusnya KPU tidak sebodoh itulah. Kalau saya ngomong kasar KPU tidak sebodoh itu untuk IT-nya," ujarnya. 

img_title Paguyuban Marga Tionghoa Dorong Gunakan Hak Pilih 14 Februari untuk Lahirkan Pemimpin Berkualitas

James mengatakan, orang yang membantu KPU merupakan pihak yang sangat mumpuni, salah satunya adalah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

BSSN untuk membantu masalah teknologi informasi di KPU menurutnya masih agak sulit. James mengatakan, kewenangan lembaga itu masih sangat tanggung. Badan siber diberikan ruang lingkup kerja sangat besar untuk koordinasi mengenai keamanan siber. Namun tidak diberi kewenangan eksekusi secara langsung. 

"BSSN paling bisa ngirim surat 'eh tolong dong diperiksa'. Jadi sayang banget," kata James. (ali)

 Bahlil Lahadalia Dilantik oleh Presiden Jokowi Menjadi Menteri ESDM

Bahlil: Saya yang Usulkan Pilpres 2024 Ditunda Ketika Jadi Menteri Investasi, bukan Jokowi

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia kembali pasang badan untuk Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) bahwa dirinya yang mengusulkan ide agar menunda waktu Pemilih

img_title
VIVA.co.id
31 Desember 2024
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut