Kreator Konten Didorong Pakai Blockchain untuk Lindungi Karyanya

Ilustrasi teknologi Blockchain.
Ilustrasi teknologi Blockchain.
Sumber :
  • Entrepreneur

VIVA – Saat ini membuat sebuah konten bukan lagi sekadar hobi, namun juga telah bergeser menjadi mata pencaharian. Meski platform YouTube tetap menjadi andalan, sayangnya ada beberapa pengguna internet yang ketahuan mencuri karya milik orang lain.

Country Director RightsLedger Indonesia, Rio K Liau, mengatakan konten digital menjadi satu hal yang dibutuhkan dan dihasilkan yang kemudian dapat memiliki sebuah nilai. RightsLedger telah menyiapkan tiga platform untuk meramaikan industri konten digital.

"Kami coba membuat yang sedikit berbeda. Membuat platform untuk kreator konten yang di dalamnya ada Blockchain. Diketahui, Blockchain salah satu jaringan transparan di mana setiap transaksinya bisa dilacak oleh siapa pun," katanya di Jakarta, Selasa malam, 21 Mei 2019.

Karena itu tiga platform disiapkan. Ketiganya adalah Milio, yang fungsinya untuk media sosial, Milstage untuk streaming platform, dan Mildeals merupakan marketplace untuk konten. Salah satu dari ketiganya akan rilis pada 15 Juni 2019.

Country Director RightsLedger Indonesia, Rio K Liau.

Keuntungan berikutnya menggunakan Blockchain yaitu data yang didaftarkan pemilik tidak hanya tersimpan di satu tempat sehingga akan dibagikan ke seluruh unit pengguna.

Ketika ada yang mencurinya akan bisa terbantahkan dengan data tersebut, karena sistem Blockchain identik dengan data yang tidak bisa diubah.

"Catatan Blockchain akan memberi proteksi untuk pemilik kreator konten. Tujuan pengadaan platform ini juga karena adanya fenomena kreator yang tidak bisa menghasilkan uang sebagaimana mestinya," jelas Rio.

Perbedaan dengan platform lainnya adalah kreator dijanjikan 50-90 persen pembagian pendapatan iklan, tapi tergantung pada syarat dan ketentuan.

Sementara keuntungan untuk pengguna yang streaming yakni berhak mendapat reward atau penghargaan jika tidak melewati iklan. "Standard ini yang adil. Baik untuk pengiklan maupun pengguna platform," paparnya.