Soal KPI Mau Awasi YouTube Cs, Youtuber Arief Muhammad Setuju?

Arief Muhammad
Sumber :

VIVA – Beberapa waktu lalu, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berniat untuk mengawasi platform digital salah satunya Youtube. Menyikapi hal ini, Youtuber, Arief Muhammad mengatakan bahwa pengawasan memang diperlukan di dunia digital.

img_title Globalkan Produk Unggulan RI, Pemerintah Gencar Buka Akses Pasar Digital di Mancanegara

Dia pun mengakui saat menonton Youtube cukup kaget dengan konten yang mulai kelewat batas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Arief, penting adanya self sensor dari pembuat kontennya sendiri. Ini bisa dimulai dengan melihat siapa penonton mereka.

img_title Generasi Muda Kini Makin Akrab dengan Transaksi Digital

"Kayak misalnya kita tahu content creator ada penonton anak-anaknya, kadang-kadang mereka suka bablas. Enggak ada self sensor yang kayak 'oke gue enggak bisa bikin konten yang gue lagi ngerokok'," ujar Arief ditemui di Jakarta, Selasa, 3 Agustus 2019.

Arief mengakui pendapat KPI itu memang berbuntut pro dan kontra. "Banyak yang kontra karena menurut mereka orang udah capek dengan konten TV, orang butuh tempat yang bisa berekspresi which is itu dunia digital. Kemarin tim-tim yang kontra merasa lo ngapain ngawasin kita, kita mau bebas berekspresi di sini. Kita enggak ada kewajiban untuk mendidik itu urusan lo jaga anak lo segala macem," jelas Arief.

img_title Kemkomdigi Jelaskan Aturan Penindakan Disinformasi, Kritik Masyarakat Tetap Dilindungi

Lebih lanjut Arief mengatakan setuju jika ada yang mengawasi konten-konten itu. "Terserah dia mau bikin konten seperti itu disesuaikan penontonnya, mungkin ada warning di awal video, cuman konten-konten itu gue amat sangat setuju ada yang mengawasin untuk pasar yang tidak tepat," kata dia.

Konferensi internasional 'The 8th International Conference on Community Development (ICCD) 2026'

Pemerintah Gandeng Akademisi Perkuat Sinergi Inovasi Digital dan Pariwisata Berkelanjutan

Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf), dengan menggandeng Universitas Sahid (Usahid) dan konsorsium 5 perguruan tinggi lainnya di Jakarta.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut