Serang Yayasan Lentera Anak, Warganet: Ngerti Ora Son?

Peserta Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis, Reva Aulia Putri.
Sumber :
  • VIVA/Donny Adhiyasa.

VIVA – Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI belakangan ini menjadi sasaran perisakan atau bully warganet. Gara-garanya nih, lembaga pemerhati anak nasional itu menilai ada unsur eksploitasi anak dalam penyelenggaraan audisi umum atlet bulutangkis PT. Djarum.

img_title Jonatan Christie Ungkap Insiden Tak Fair Play di India Open 2026, Tetap Menang dan Bicara Apa Adanya

Selain media sosial KPAI, akun Twitter @lenteraanak_ milik Yayasan Lentera Anak juga ramai ‘didemo’ warganet. Pada 8 Agustus 2019, akun tersebut pernah membuat utasan cuitan, berupa laporan dugaan eksploitasi anak di balik audisi beasiswa Djarum bulutangkis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pada audisi ini peserta diharuskan mengenakan kaos dengan tulisan besar 'DJARUM' di bagian depan kaos, dengan jenis huruf dan warna tulisan yang sama dengan jenis huruf dan warna merek rokok Djarum. Selain itu selama kegiatan berlangsung anak juga terpapar brand image Djarum," tulis akun itu dalam cuitannya.

img_title Jadwal Lengkap Malaysia Open 2026: Jalan Terjal Lima Wakil Indonesia Menuju Semifinal

Inti dari thread yang mereka buat adalah, anak-anak telah dieksploitasi dengan memanfaatkan fisik mereka. Baju yang mereka gunakan dianggap sebagai ajang promosi. Apabila tidak mau dianggap promosi, menurut yayasan anak tersebut, seharusnya penyelenggara memakai nama yang bukan produk komersial.

Atas pernyataan Yayasan Lentera Anak, banyak juga warganet yang melempar pernyataan satire.

img_title Penghancur Praveen/Melati Juara German Open 2022, China Hancur Lebur

"Iya min, kasihan nasib anak hasil 'eksploitasi' ini. Sekarang hidupnya bergelimang uang dan medali. Seharusnya anak seusia itu menempuh pendidikan lanjutan lalu setelah lulus S1 menganggur," balas akun @hooligiann.

"Ini yayasan kebanyakan suudzon, ngorek-ngorek kejelekan doang. Di bajunya juga tulisan Djarum Badminton Club, bukan Djarum Coklat apa Djarum Super. Lagian Djarum ngasih hadiah beasiswa pelatihan untuk jadi atlet profesional bukan hadiah gratis udud seumur hidup," balasan dari akun @astagadaging.

Ada juga warganet yang melempar komentar kocak, "Anak-anak di bawah umur sekarang sudah jarang yang coba-coba merokok, soalnya uangnya buat beli kuota bambang," tulis akun @heru2105.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dear lentera anak. Gw tanya ya, lu udah nyumbang berapa anak berprestasi yang harumin nama Indonesia di dunia?" komentar akun @HardyGunawan8.

“FYI, anak yg sudah masuk PB Djarum jika ketahuan merokok langsung dikeluarkan dari PB. Djarum. Dan PB. Djarum lebih banyak menghasilkan anak berprestasi daripada Yayasan Lentera Anak,” tulis akun @algifariAL.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut