Kisah Mengerikan Pekerja Freelance Facebook, Ada yang Mau Bunuh Diri

Founder and CEO Facebook Mark Zuckerberg.
Sumber :
  • Business Insider

VIVA – Sebuah rekaman suara yang diduga merupakan suasana rapat di kantor pusat Facebook menyebar luas melalui laman The Verge. Dalam rekaman tersebut, para karyawan Facebook mempertanyakan mengenai pendapat Mark Zuckerberg terkait pekerja lepas yang bertugas memoderasi video di Facebook.

img_title 63.789 Pekerja Kena PHK, DPR Desak Pemerintah Kawal Hak Mereka Dipenuhi Perusahaan

Dilansir melalui Business Insider, Rabu, 2 Oktober 2019, seorang karyawan bertanya mengenai pemberitaan terkait ‘pasukan’ Facebook yang jumlahnya 30.000 orang. Pasukan yang terdiri dari pekerja kontrak itu bertugas untuk memoderasi konten yang berseliweran di Facebook.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Banyak berita yang mengisahkan mekanisme kerja mereka yang sangat mengerikan. Pasalnya, para pekerja lepas itu harus melihat dengan detil konten-konten yang dianggap butuh untuk dipantau dan berpotensi melanggar aturan Facebook. 

img_title Samsung Galaxy S26 Ultra vs Vivo X300 Ultra untuk Pembuat Konten, Hp Mana yang Lebih Menarik Dipertimbangkan?

Video yang dimaksud adalah terkait dengan kekerasan sampai berujung kematian, postingan yang mengandung ujaran kebencian, dan foto pornografi anak.

Hal ini sedikit banyak cukup berpengaruh pada mental para pekerja kontrak itu. Mereka bahkan ada yang sampai mau bunuh diri, memilih untuk memantau sambil mengisap ganja, dan lainnya. Kisah para pekerja lepas Facebook ini banyak diungkap oleh media seperti The Verge.

img_title Pria Jepang Alami Amnesia Bertahun-tahun, Ingatan Pulih Usai Ganti Pekerjaan

Yang mengejutkan, pendiri Facebook sendiri menganggap hal itu sebagai sesuatu yang dilebih-lebihkan. Mark Zuckerberg menganggap kisah tersebut tidak seperti yang diberitakan di media.

“Beberapa dari laporan itu saya rasa terlalu didramatisir. Dari apa yang telah kami cari tahu dan memahami apa yang terjadi, para pekerja lepas itu tidak tidak selalu melihat hal yang menakutkan seharian penuh,” ujar Zuckerberg.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan ini cukup mengagetkan karena seolah Zuckerberg menganggap sepele isu yang menyangkut para pekerjanya. Padahal, media menyebutkan jika para pekerja lepas itu dibayar dengan gaji yang sangat rendah dengan kondisi kerja yang sangat tidak manusiawi. Mereka bahkan kabarnya tidak diizinkan untuk istirahat dengan durasi yang lama.

Menurut TheVerge, para pekerja lepas itu dikelola oleh pihak ketiga dan tidak dimanage dengan baik. Salah satu lokasi moderasi konten Facebook yang dipenuhi pekerja lepas berada di Phoenix. Namun tempat itu telah berhenti beroperasi, seminggu setelah adanya serangan kutu busuk. Lokasi di Florida juga sudah ditutup setelah ditemukan seorang pekerja meninggal di meja kerjanya karena serangan jantung.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut