Meregulasi Skuter Listrik, Contohlah Perancis

Ilustrasi pengguna skuter listrik di jalanan Jakarta
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

VIVA – Insiden skuter listrik menjadi perhatian masyarakat Ibu Kota Jakarta. Dua pengendara meninggal dunia akibat ditabrak mobil dari belakang di kawasan Senayan, Jakarta pada Minggu 10 November 2019. 

img_title Berawal dari Senggolan dengan Mobil Lain, Avanza Berujung Tabrak Pemotor hingga Tewas di Kembangan

Lainnya, pengendara skuter listrik merusak sejumlah fasilitas di Jalan Jenderal Sudirman dan kawasan Stasiun Gambir, Jakarta. Lantai di jembatan penyeberangan kawasan Jalan Jenderal Sudirman rusak akibat skuter listrik. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Merespons insiden tersebut, akademisi program studi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno menuturkan, perlu segera dilahirkan regulasi penggunaan skuter listrik. 

img_title Jalan Pembalap Downhill Indonesia Menuju Level Dunia Mulai Terbuka

"Regulasi dapat memuat wilayah operasional, batasan jumlah penumpang, batasan usia, batasan kecepatan yang diizinkan, perlengkapan atau atribut keselamatan yang harus dikenakan," ujar Djoko kepada VIVA.co.id dalam keterangan tertulisnya, Senin 18 November 2019. 

Dia mengatakan pembatasan operasional skuter listrik bertujuan agar keselamatan terjaga dan penyedia skuter dapat mudah memantau pengendaranya. 

img_title Awas! Operasi Patuh 2026 Resmi Dimulai Hari Ini di Seluruh Tanah Air, Ini Pelanggaran yang Disasar Polisi

Untuk wilayah operasional skuter listrik, Djoko berpandangan bisa di area pedestrian dengan lebar tertentu. Karena tidak semua pedestrian bisa dilewati skuter listrik, terutama yang lebarnya kurang dari tiga meter. 

"Dilarang digunakan di jalan umum, kecuali jalan di kawasan perumahan dan permukiman. Otoped (skuter) listrik bukan kendaraan bermotor, seperti halnya sepeda motor atau mobil," kata dia.

Apabila dibolehkan lewat jalur sepeda atau jalur lain yang steril dari kendaraan bermotor. 

"Tentunya, jalur sepeda yang terjamin keselamatan dan keamanan untuk dilewati. Jalur sepeda yang benar-benar terpisah secara fisik," jelas pria yang merupakan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia itu.

Soal kecepatan skuter listrik, Djoko berpandangan tidak boleh misalnya lebih dari 15 km per jam.

Perlu diingat juga, ujar Djoko beban maksimal yang mampu diangkut skuter listrik adalah 100 kilogram, sehingga satu skuter listrik hanya boleh ditumpangi oleh satu orang. 

Pengguna skuter listrik juga harus memperhatikan kondisi permukaan jalan yang dilalui. Apabila ada genangan air, permukaan jalan bergelombang dan kondisi jalan curam, seharusnya skuter listrik dituntun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Skuter listrik di Perancis

Djoko menuturkan, barangkali Indonesia perlu bercermin dari regulasi skuter listrik di Perancis. Di sana sudah tegas diatur lho. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut