Waspada, Ternyata Begini Cara Peretas Membobol Akun Twitter

Logo Twitter.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Agus Tri Haryanto

VIVA –Pertengahan bulan ini Twitter baru saja menjadi korban peretasan massal. Sejumlah akun milik beberapa tokoh dunia seperti Barrack Obama, Elon Musk, Bill Gates, hingga Kanye West berhasil diambil alih oleh para pelaku kejahatan siber.

img_title Dilaporkan Dugaan Penipuan Investasi Emas Rp58,5 M, Kombes Fahrurozi Siapkan Laporan Balik

Kekacauan dimulai saat akun Twitter CEO Tesla Elon Musk digunakan untuk melakukan penipuan Bitcoin. Lalu, akun milik Pendiri Microsoft Bill Gates yang memposting hal serupa. Twitter segera melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab masalah ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari laporan terakhir, raksasa media sosial itu mengatakan peretasan berasal dari serangan spear phishing, seperti dikutip dari Cnet, Jumat 31 Juli 2020.

img_title Tersangka Kasus Penipuan Rp 37 Miliar Erick Soedjasa Bantah Kabur ke Singapura, tapi Berobat

Ketika melakukan serangan peretasan massal, pelaku membutuhkan akses ke jaringan internal Twitter, dan memiliki kredensial karyawan untuk mendapatkan dukungan ke tools khusus. Dengan demikian, mereka menargetkan lebih banyak karyawan, yang memiliki akses tools pendukung.

"Tidak semua karyawan yang menjadi target memiliki izin untuk menggunakan akun tools manajemen, namun para penyerang menggunakan kredensial mereka untuk mengakses sisgtem internal kami dan mendapatkan informasi mengenai proses kami," ungkap Twitter.

img_title Sebut Pergantian Jabatan Menkeu Bukan Perubahan, Suahasil: Ini Kelanjutan!

Mengutip laman resmi Kaspersky, spear phishing adalah penipuan email atau komunikasi elektronik yang menargetkan kepada spesifik individu, organisasi atau bisnis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para pelaku memiliki dua tujuan melakukan spear phishing. Salah satunya untuk mencuri data atau menginstall malware pada komputer korbannya. Sebelumnya Twitter menyebutkan ada 130 akun yang jadi korban peretasan massal peretngahan bulan ini.

Sekitar 45 akun berhasil diambil alih dan para pelaku bisa mengunggah tweet, mengakses direct messages kepada 36 akun serta mengunduh data dari tujuh akun.

Bendera Arab Saudi.

Arab Saudi Keluarkan Peringatan Potensi Serangan di Jeddah hingga Makkah, Warga Diimbau Jauhi Area Terbuka

Peringatan dikeluarkan di tengah meningkatnya bentrokan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman yang melancarkan serangkaian serangan beberapa hari terakhir

img_title
VIVA.co.id
15 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut