Vendor Pihak Ketiga Singtel Sudah Jadi Target Hacker

Singtel.
Sumber :
  • The Business Times

VIVA – Singapore Telecommunications (Singtel) mengatakan vendor pihak ketiga, Accellion, menjadi target serangan siber canggih oleh hacker atau peretas yang mengeksploitasi kerentanan yang sebelumnya tidak diketahui.

img_title Telkomsel Cari Technopreneur dengan Inovasi AI Berdampak Lewat NextDev ke-12

Ketika pertama kali diberi peringatan untuk mengeksploitasi sistem pada Desember tahun lalu, Singtel mengaku segera menerapkan serangkaian tambalan yang disediakan oleh Accellion untuk menutup kerentanan akibat ulah hacker.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca: Hacker Bobol Pemegang Saham Telkomsel, 129 Ribu Data Pribadi Raib

img_title Dukung MotoGP Mandalika 2026, Telkomsel Perkuat Jaringan di 30 Titik Strategis

"Tambalan terakhir terjadi pada tanggal 27 Desember 2020," demikian keterangan resmi Singtel, seperti dikutip dari CNA, Kamis, 18 Februari 2021. Lalu, pada 23 Januari kemarin, Accellion memberi tahu bahwa kerentanan baru telah muncul yang membuat tambalan sebelumnya menjadi tidak efektif.

Lantas, Singtel segera membuat sistem offline dan sistem berbagi dokumen atau FTA juga langsung dinonaktifkan sejak 23 Januari.

img_title Telkomsel dan PosDigi Luncurkan Paket Sat Set Pos, Dukung Aktivitas Layanan Agen Pos

"Upaya kami untuk menambal kerentanan baru dalam sistem FTA memicu peringatan anomali. Kejadiannya pada tanggal 30 Januari. Setelah itu, Accellion menginformasikan bahwa sistem mungkin telah diakses secara ilegal," ungkap Singtel.

Investigasi yang dilakukan BUMN Telekomunikasi Singapura itu kemudian mengonfirmasi dan mengidentifikasi pelanggaran terjadi pada 20 Januari 2021.

"Tanggal 9 Februari, kami menetapkan bahwa dokumen telah dicuri secara ilegal (oleh hacker) sebagai akibat dari pelanggaran dan kami langsung menginformasikannya ke publik dua hari kemudian atau tanggal 11 Februari," jelas pemegang saham Telkomsel itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Eksekutif Grup Singtel, Yuen Kuan Moon, mengaku menyesal hal ini terjadi pada perusahaannya. Ia pun langsung minta maaf ke pelanggan yang sudah terkena dampak peretasan.

"Meskipun pencurian data pribadi ini dilakukan oleh pihak yang tidak dikenal, tapi saya sangat menyesal hal ini bisa terjadi dan telah mengecewakan pemangku kepentingan. Saya juga minta maaf tanpa syarat kepada semua pelanggan yang terkena dampak," tegas Yuen.

Ilustrasi iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max yang kini sudah tersedia di Indonesia

iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max Kini Tersedia, Telkomsel Lengkapi dengan Pilihan Bundling Halo dan SIMPATI

Pelanggan kini dapat memperoleh iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max dengan pilihan paket Halo dan SIMPATI, serta potongan harga hingga Rp1 juta melalui penukaran…

img_title
VIVA.co.id
19 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut