Jangan Terbuai Modus Hacker

Hacker.
Sumber :
  • YouTube

VIVA – Perkembangan teknologi digital telah menjangkau berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Salah satunya dengan kehadiran layanan perbankan digital. Tidak hanya menawarkan kenyamanan dan kemudahan, aspek keamanan juga menjadi fokus utama yang terus dikembangkan melalui penggunaan teknologi keamanan berlapis.

img_title Meta Sok-sokan Jadi Polisi Malam: Batasi Remaja di Facebook dan Instagram tapi Ancam Data Pribadi Pengguna

Demi mewujudkan ekosistem digital dan perbankan yang aman, diperlukan upaya kolaboratif antara penyedia layanan dan penggunanya. Dalam hal ini, penyedia layanan bertanggung jawab untuk mengembangkan keamanan yang berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, pengguna layanan juga perlu waspada untuk ikut membantu melindungi data dan dana miliknya agar tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab – peretas atau hacker.

img_title AI Sekarang bisa Meretas dalam 31 Detik Tanpa Bantuan Manusia

Tren digitalisasi di sektor perbankan telah mengangkat saham sejumlah bank yang menyatakan diri sebagai bank digital. Selain itu, banyak investor melirik bank untuk akuisisi dan ditransformasi menjadi bank digital.

Hal ini berkaitan dengan keamanan dan sistem digital dan digital blackout. Terlebih, pandemi COVID-19 telah mendorong bank untuk melakukan transformasi digital saat nasabah terus menggunakan layanan digital.

img_title Masih Ingat Gary McKinnon? Hacker yang Pernah Menghebohkan Pentagon dan NASA Kini Jadi Produser Musik

Data Bank Indonesia menunjukkan nilai transaksi digital banking meningkat 39,39 persen year on year (yoy) menjadi Rp17.901,76 triliun pada sepanjang semester pertama 2021. Bahkan, bank sentral memproyeksi transaksi digital banking bisa melesat 30,1 persen yoy mencapai Rp35.600 triliun sepanjang tahun ini.

Tak heran jika para penjahat siber atau hacker terus mengintai sektor ini. Oleh karena itu, nasabah perlu lebih mengenal bentuk-bentuk kejahatan siber karena modus serangannya terus berkembang.

“Melihat akselerasi digital yang semakin cepat tentunya harus diikuti dengan kewaspadaan akan beragam modus kejahatan siber yang terus berkembang," kata Direktur Pengawasan Sistem Pembayaran dan Pengawas Spesialis, Departemen Surveilans Sistem Keuangan Bank Indonesia, Anton Daryono.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk itu, muncul inisiatif kolaborasi kampanye #DatamuRahasiamu oleh Jenius dari Bank BTPN, Blu by BCA Digital, BCA, BNI, dan Twitter Indonesia. Digital Banking Head BTPN Irwan Tisnabudi menyampaikan edukasi keamanan bakal semakin maksimal jika dilakukan bersama demi terwujudnya ekosistem perbankan yang aman.

"Kami mendukung penuh kegiatan #DatamuRahasiamu dan terus menambah keamanan di Jenius. Jenius juga memperkenalkan laman www.jenius.com/pages/jeniusaman yang berisikan informasi keamanan digital terkini," tutur Irwan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut